Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

Pasang a-ads d blog kamu dan dapatkan BitCoin Gratis, gausah Klik

Bagi teman-teman yang punya Blog, gada salahnya menghasilkan uang dengan Blog tersebut, Gausah klik, gausag ribet, cuma masang aja kita dapat uang, sebenarnya bukan uang rupiah, tapi dalam bntuk bitcoin. nah bitcoin ini bisa ditukar dengan uang baik rupiah ataupun dollar

a-ads (anonymous ads) adalah program advertising atau periklanan yang membayar publishernya menggunakan bitcoin. Selain itu, keunggulan lainnya adalah a-ads merupakan program cpm yang berarti anda akan dibayar pervisitor. jadi anda akan dibayar setiap ada pengunjung yang membuka blog/web anda meskipun mereka tidak mengklik iklan yang anda tampilkan. Apabila balance anda terdapat 0,0001 BTC, maka sistem akan otomatis masuk dompet anda ke dalam dompet bitcoin yang telah anda miliki.




Bagaimana daftar menjadi publisher atau pengiklan a-ads?
Berikut panduannya
1. Anda harus memiliki dompet bitcoin. jika belum punya, silahkan mendaftar disini
2. Buka situs a-ads.com. maka akan terbuka tampilan seperti berikut



3. Klik Earn Money
     Type: pilih site
      site url : ketik url blog anda
4. Klik Create ad-Unit
5. Anda akan masuk ke langkah berikutnya
6. Isikan data sesuai dengan blog yang anda miliki.
7. Withdrawn to : pilih bitcoin address
8. Masukkan bitcoin addres yang telah anda miliki
9. Klik Create ad-unit
10. Karena disini tidak ada fitur login, maka catatlah url seperti pada gambar berikut untuk mengecek balance anda

Minggu, 17 Agustus 2014

Pengertian Kebiasaan belajar


a. Pengertian Kebiasaan Belajar
Kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor penunjang tercapainya prestasi belajar siswa. Dalam rangka mencapai prestasi belajar yang diharapkan,maka dalam kegiatan belajarnya, siswa hendaknya mempunyai sikap dan carabelajar yang sistematis. Cara belajar yang baik adalah suatu kecakapan yangdimiliki oleh setiap siswa dengan jalan latihan dalam usaha belajarnya sehinggamenjadi kebiasaan yang melekat pada dirisiswa.
Menurut Dr. Rudolf Pintner dalam Purwanto(2000: 112-115), cara belajaryang baik yaitu:
a. Membaca dengan metode keseluruhan kepada bagian.
b. Membaca dengan metode keseluruhan kepada lawan bagian
c. Membaca dengan metode campuran aniara keseluruhan dan bagian.
d. Membaca dengan metode resitasi.
e. Jangka waktu belajar.
f. Pembagian waktu belajar.
g. Membatasi kelupaan.
h. Menghafal.
i. Kecepaatan belajar dalam hubungannya dengan ingatan.

Dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik maka setiap usaha belajar akan memberikan hasil yang memuaskan. Ilmuyang sedang dituntut dapat dimengerti dandikuasai dengan sempurna serta ujian-ujiandapat dilalui dengan berhasil sehingga akhirnya dapat meraih prestasi yang optimal. Kebiasaan belajar yangbaik itu haruslah dipupukdan dikembangkan. Demikian pula kebiasaan belajar itubukan sesuatu yang telah ada, namun sesuatu yang harus dibentuk. Sedangkanapabila memiliki kebiasaan belajar yang tidak sesuai atau kurang tepat maka akanmemperoleh hasil yang tidak optimal sehingga akan mepengaruhi prestasi belajarsiswa yang bersangkutan.

Kebiasaan belajar yang tidak sesuai dapat mempersulit siswa dalam memahami dan memperoleh pengetahuan sehingga memghambat kemajuan belajar siswa dan pada akhirnya akan mengalamikegagalan dalam berprestasi. Dalam kegiatan sehari-hari ditemukan adanyakebiasaan belajar yang kurang baik. Menurut Dimyati (2002: 246), kebiasaanbelajar yang kurang baik antara lain berupa:
a. Belajar pada akhir semester.
b. Belajar tidak teratur.
c. Menyia-nyiakan kesempatan belajar.
d. Bersekolah hanya untuk bergengsi.
e. Datang terlambat.
f. Bergaya jantan seperti merokok, sok menggurui teman lain.

b. Tempat Terjadinya Kebiasaan Belajar
Kebiasaan seseorang belajar secara teratur dimulai dari kebiasaan belajar mandiri di rumah dan kebiasaan belajar di sekolah. Untuk mengetahui lebih jelasnya, adalah sebagai berikut:
1. Kebiasaan Belajar di Rumah.
Kebiasaan belajar mandiri di rumah merupakan hal yang sangat penting disamping kebiasaan belajar di sekolah. Dengan melakukan kegaitan belajar di rumah diharapkan siswa dapat belajar secara teratur dan fokus. Menurut Djamarah (2002:40-45) kebiasaan belajar dirumah dapat dilakukan, yaitu dengan:
a) Mempunyai tempat belajar, fasilitas, dan perabot belajar.
Syarat untuk dapat belajar dengan sebaik-baiknya adalah tersedianya tempat belajar. Setiap siswa hendaknya mengusahakan agar mempunyai tempat belajar. Apabila tidak dapat memperoleh yang belajar, maka kamar tidurpun dapat dijadikan tempat belajar yang sangat baik kalau para siswa memperhatikan beberapa hal dan kebiasaan-kebiasaan yang baik yaitu dengan memperhatikan tata ruang kamar tidur yang juga menjadi kamar belajar itu.
Fasilitas dan perabot belajar ikut berperan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Siswa yang belajar tanpa dibantu dengan fasilitas tidak jarang mendapatkan habatan dalam menyelesaikan kegiatan belajar. Karenanya, fasilitas tidak bisa diabaikan dalam mssalah belajar. Fasilitas atau perabot dalam belajar yang dimaksud tentu saja berhubungan dengan masalah materiil berupa kertas, pensil, buku catatan, meja dan kursi belajar, dan sebagainya.

b) Mengatur Jadwal Belajar
Masalah pengaturan waktu belajar menjadi persoalan bagi siswa, banyak siswa yang mengeluh karena tidak dapat membagi waktu dengan tepat dan balk. Akibatnya waktu yang seharusnya dimanfaatkan terbuang dengan percuma. Oleh karena itu, betapa pentingnya bagi siswa membagi waktu belajarnya dengan cara membuat jadwal belajar. Keteraturan penggunaan waktu untuk belajar memberikan dampak yang bermakna kepada kualitas hasil belajar siswa.
Dalam menyusun jadwal belajar harus mendapat perhatian khusus, karena benar-benar harus mengatur waktu belajar dan lama belajar sehingga jumlah waktu yang tersedia untuk suatu kegiatan cukup banyak serta urutan kegiatan sesuai dengan sifat.
1) Waktu belajar
Sebaiknya dilakukan pada waktu yang sesuai dengan kebiasaan kita karena waktu belajar siswa berbeda-beda. Ada yang lebih suka belajar pada pagi hari setelah bangun tidur, ada yang lebih suka belajar pada siang hari setelah pulang dari sekolah apabila kegiatan belajar mengajar disekolahnya diadakan pada pagi hari, dan ada yang suka belajar pada malam hari.
Siswa mempunyai alasan sendiri-sendiri dalam nelajar, ada belajar yang teratur, namun ada jugs yang hams disuruh oleh orang tuanya. Dapat dikatakan seseorang yang belajar akan mempengaruhi hasil belajarnya apabila dilakukan secara rutin dan teratur dalam waktu tertentu, sehingga akan mencapaiprestasi belajar yang optimal.
2) Lama Belajar
Keefektifan walctu dalam belajar berbeda-beda, tergantung dari orangnya. Ada siswa yang merasa lebih senang atau lebih berhasil bila lamanya belajar bertahan sate jam, dua jam atau tiga jam, sehingga lama belajar yang dilakukan oleh seorang siswa sifatnya tidak tentu. Lamanya belajar tergantung pada banyak sedikitnya bahan yang dipelajari. Tetapi perlu diperhatikan, belajar yang terlalu lama akan melelahkan dan tidak efisien.
3) Membaca Buku
Keterampilan belajar yang pertama dan utama yang perlu sekali dik-uasai oleh siswa adalah kebiasaan membaca buku pelajaran dan berbagai sumber pengetahuan lainnya. Kebiasaan membaca harus dibudayakan agar bertambah pengetahuannya dan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran. Hampir setiap hari keharusan membaca buku itu dilakukan. Masalah membaca merupakan keharusan bagi siswa memang tidak diragukan lagi, tetapi persoalan bagaimana cara membaca yang baik dan efisien, cukup banyak siswa yang mengeluh akibat cara membacanya kurang menghasilkan hasil belajar yang memuaskan, sesuai dengan tujuan yang diinginkan dari kegiatan membaca.
4) Memantapkan materi pelajaran
Setelah menerima pelajaran disekolah, yang perlu dilakukan siswa setelah pulang sekolah adalah memantapkan kembali materi pelajaran di rumah yaitu dengan mengulang pelajaran yang diajarkan di sekolah. Apa yang guru jelaskan tidak mesti semuanya berkesan baik, tentu ada kesan-kesan yang masih samar-samar dalm ingatan. Pengulangan sangat membantu untuk memperbaiki semua kesan yang masih samar-samar itu untuk menjadi kesan-kesan yang sesengguhnya, yangtergambar jelas dalam ingatan. Selain itu untuk memantapkan materi pelajaran di rumah yaitu dengan membentuk kelompok belajar, cara ini baik untuk menunjang keberhasilan studi siswa di sekolah dan jugs dapat mengatasi rasa kebosanan dan kejenuhan apabila siswa belajar sendiri. Dalam membentuk kelompok belajar ini anggotang tidak perlu terlalu banyak, tetapi cukup lima orang. Carilah teman-teman yang mempunyai kesamaan pandangan untuk meraih sukses studi. Sekiranya kelompok belajar sudah terbentuk, rencanakanlah pembagian waktu, bahan pelajaran mana saja yang perlu dibahas dalam kelompok belajar.

2. Kebiasaan Belajar di Sekolah
Kebiasaan belajar di sekolah yang teratur dapat dimulai dari cara masuk kelas tepat waktu, teratur dalam mengikuti pelajaran, teratur dalam memantapkan materi pelajaran, dan pada saat menghadapi ujian. Bila sifat keteraturan ini telah benar-benar dihayati sehingga menjadi kebiasaan dalam perbuatannya,maka sifat ini akan mempengaruhi pula jalan pikiran siswa, pikiran yang teratur merupakan modal bagi siswa dalam menuntutilmu karena ilmu adalah hasil proses pemikiran siswa yang dilakukan secara sistematis.Menurut Djamarah (2002: 97-106) kebiasaan belajar di sekolah dapat dilakukan, yaitu dengan:
a. Masuk kelas dengan tepat waktu
Siswa dalam melakukan kegiatan belajar di sekolah tidakpemah lepas dari suatu peraturan sekolah yang salah satunya adalah masuk kelas tepatwaktu. Ini merupakan kewajiban yang mutlak harus dipatuhi oleh semuasiswa adapun upaya untuk dapat masuk kelas dengan tepat waktu memperhitungkan jarak antara runah dengan sekolah.

b. Mengikuti Pelajaran
Kewajiban pertama setiap siswa yang belajar di sekolah ialahmengikuti pelajaran. Pelajaranyang diikuti secara tertib dan penuhperhatian serta dicatat dengan baik akan memberikan pengetahuanbanyak kepada siswa. Kebiasaan mengikuti pelajaran ini ditekankan ruda kebiasaan memperhatikan penjelasan guru, membuat catatan, dankeaktifan siswa di kelas.
Ketika sedang menerima penjelasan dari guru tentang materi tertentu dan suatu mata pelajaran semua perhatian harus tertuju kepada guru.Pendengaran harus betul-betul dipusatkan kepada penjelasan guru. Janganbicara, karena apa yang dibicarakan itu akan dapat membuyarkankonsentrasi pendengaran. Perhatian memegang peranan penting untuk menyerap apa yang guru sampaikan atau jelaskan di kelas. Jadi masalah mendengarkan penjelasan guru tidakbisa dipisahkan dari kegiatan konsentrasi dalam belajar.
Menurut Sudjana(2004: 165) ada beberapa petunjuk bagaimana mengikuti pelajaran di sekolah yaitu:
1) Baca dan pelajari bahan pelajaran yang telah lalu dan bahan yang akan dipelajari, selanjutnya agar selalu siap menghadapi pelajaran.
2) Periksa keperluan belajar sebelum berangkat.
3) Konsentrasi pada saat pelajaran berlangsung.
4) Catat pokok bahasan yang diterangkan oleh guru.
5) Ajukan pertanyaan jika ada hal yang belum jelas.
6) Jika diberikan tugas, mintalah penjelasan secukupnya sebelum dikerjakan.
7) Tanyakan pada guru, buku apa yang perlu dibaca untuk memperdalam materi.

c. Memantapkan Materi Pelajaran
Setelah menerima pelajaran di sekolah, ada baiknya apabila mengulang kembali pelajaran yang diajarkan oleh guru, misalnya jika ada jam kosong maka pada pada jam kosong tersebut dipergunakan waktu sebaik-baiknya untuk mengulang pelajaran yang barn diajarkan tersebut di kelas.

d. Menghadapi Ujian
Adakalanya siswa dihadapkan pada kegiatan ujian dalam belajamya yaitu pada ujian tengah semester dan ujian akhir semester di sekolah. Kesibukan siswa menjadi meninglcat dimana siswa harus belajar den an giatnya agar memperoleh nilai yang bagus sehingga prestasi belajar yang diharapkan dapat tercapai. Menurut Gie (2004: 49-50), tujuan dari ujian pada pokoknya ada tiga macam yaitu:
1) Mendorong agar siswa belajar secara teratur, mengulangi bahan¬bahan pelajarannya, dan menanamkan dalam pikirannya berbagai pengetahuan.
2) Mengukur dan menilai pengetahuan siswa dan kemajuan belajar.
3) Menjadi petunjuk bagi pengejar dan hasil ujian para siswa itu pokok-pokok soal mana dalam pelajarannya yang memerlukan perbaikan pada kesempatan mengajar berikutnya.
Kalau demikian persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk menghadapi ujian adalah sebagai berikut:
1) Persiapan Menjelang Musim Ujian
Menurut Djamarah (2002: 127-128), dalam menghadapi masa ujian, terutama sebulan terakhir menjelang mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan masalah perbaikan-perbaikan untuk mengingat kembali bahan-bahan yang telah dipelajari dengan: (a) membaca ulang kembali baik catatan pelajaran maupun rangkurnan-rangkuman, (b) memberi garis-garis bawah atau tanda-tanda lainnya, (c) membuat ikhtisar yang lebih praktis sea mudah untuk diingat.
Sedangkan persiapan seminggu menjelang ujian dimulai, yang perlu dilakukan yaitu sebagai berikut: (a) mengatur waktu sebaik¬baiknya, nelajar, istirahat, olahraga ringan, makan dan tidur, (b) membuat rencana belajar yang tepat, efektif, dan efisien, (c) setiap 45 menit belajar agar diselingi istirahat 15 menit, (d) tidur yang cukup, karena apabila kurang tidur, badan terasa lelah, dan otak kurang mampu berfikir.
2) Pada Waktu Ujian
Menurut Djamarah (2002:129-131), ada beberapa hal yang perlu dilakukan pada waktu ujian adalah sebagai berikut: (a) yakinlah pada diri sendiri bahwa anda dapat menyekesaikan setiap otem soal dengan baik dan benar, (b) duduklah dengan tenang dan jangan berbicara dengan teman yang kebetulan duduk disamping anada, (c) jika anda menerima lembaran soal-soal ujian, perhatikanlah hal-hal seperti menulis nama dan nomer absen, membaca beberapa petunjuk sebelum mengerjakan soal-soal ujian, (d) jangan tergesa-gesa menjwab soal, tetapi bacalah dulu tiap-tiap soal atau pertanyaan-pertanyaan dengan teliti, (e) pada saat menulis jawaban, tulisan hares jelas dan dapat dibaca oleh guru yang bersangkutan, (f) bagilah waktu agar soal dapat dikerjakan, kerjakan soal-soal yang dapat dijawab lebih dahulu, jangan tertegun dan tenggelam pada soal-soal yang sulit, (g) setelah keluar ruangan, istirahatlah yang balk, jangan ribut membicarakan soal-soal yang baru dikerjakan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sudjana (2004: 172 173), bahwa ada beberapa petunjuk dalam menghadapi ujian di sekolah yaitu sebagai berikut:
a) Perkuat rasa percaya diri anda bahwa pertanyaan yang anda hadapi adalah pertanyaan yang biasa anda buat pada saat belajar.
b) Baca pertanyaan dengan sebaik-baiknya sambil mengingat-ngingat jawaban dari pertanyaan tersebut.
c) Dahulukan pertanyaan yang paling mudah untuk bisa dijawab. Bila soal uraian maka pikirkan dulu inti jawabannya dan renungkan cara mengekspresikan dalam kalimat.
d) Bila soal obyektif teliti pertanyaanya dan telah kemungkinan jawabannya.
e) Jangan bertanya pada teman sebab membuang waktu dan belumtentu is jawabannya.
f) Periksalah jawaban anda sebelum diserahkan kepada guru.
g) Jika pertanyaan sudah selesai dijawab, lebih baik keluar saja jangan menunggu teman lain untuk menghindari bisikan tentang jawaban soal dan dapat mempengaruhi jawaban anda

Ekonomi Mikro Menengah

Perilaku Produsen | Teori Produksi
Teori Produksi

Teori produksi merupakan teori pemilihan atas berbagai alternatif, terutama menyangkut keputusan yang diambil oleh seorang produsen dalam menentukan pilihan atas alternatif-alternatif yang ada. Produsen berusaha dalam memaksimalkan produksi yang dapat dicapainya dengan suatu kendala biaya tertentu agar dapat dihasilkan keuntungan yang maksimal.

Fungsi Produksi
Di dalam proses produksi, faktor produksi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari proses produksi sangat tergantung dari faktor produksi sebagai input (masukan) dalam proses produksi tersebut Untuk memproduksi suatu barang atau jasa, perusahaan memerlukan sumber atau faktor produksi. Hal ini berarti nilai produk yang dihasilkan tersebut tergantung dari nilai faktor produksi yang dikorbankan dalam proses produksinya. Keterkaitan antara nilai produk (output) dengan nilai faktor produksi (input) dalam proses produksi itu disebut fungsi produksi.Secara metematik hubungan antara faktor produksi dan produk itu dapat dituliskan sebagai berikut:
Q = f ( K, L , T , N )
Fungsi produksi yang disusun dalam persamaan matematik di atas mengandung arti bahwa barang/jasa yang dihasilkan (Q) merupakan akibat dari masukan (K, L , T , N) yang diproses. Jika salah satu sumberdaya masukan diubah maka keluaran (output) akan berubah
Fungsi produksi berkaitan dengan hubungan antara input dan output yang dihasilkan. Hubungan tersebut dapat ditunjukkan secara matematis. Fungsi produksi membatasi tercapainya profit maksimum karena terbatasnya teknologi dan pasar yang akan berpengaruh pada biaya produksi, output yang dihasilkan, dan harga jual output. Produsen biasanya dapat melakukan variasi ataupun perubahan dalam penggunaan proporsi input untuk menghasilkan suatu output. Fleksibilitas ini memungkinkan berbagai macam hubungan antara input dan output.
Hubungan antara input dan input, input dan output, serta output dan output yang menjadi karakteristik dari fungsi produksi suatu perusahaan tergantung pada teknik produksi yang digunakan. Semakin maju teknologi yang digunakan maka output yang diproduksi semakin meningkat dengan jumlah input tertentu.

Teori Biaya

Konsep Biaya
Konsep biaya produksi yang digunakan dalam analisa ekonomi berbeda dengan konsep biaya yang biasa digunakan secara umum. Konsep ekonomi mengenai biaya lebih konsisten dan tetap.
Biaya produksi merupakan faktor utama dalam menentukan jumlah barang atau jasa yang akan dijual di pasar. Untuk mengetahui penawaran dan jumlah barang yang ditawarkan harus mengetahui biaya-biaya yang dikeluarkan,yang berasal dari prinsip produksi. Para ekonom mendefinisikan biaya produksi untuk suatu output tertentu sebagai nilai yang harus dikorbankan dari alternatif produksi yang menggunakan input dimana input tersebut digunakan untuk memproduksi output tertentu. Prinsip ini dikenal dengan nama “opportunity cost principle”.

Jenis-jenis Biaya
1. Berdasarkan fungsinya,
a. Biaya langsung yaitu biaya yang langsung masuk dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, tenaga kerja dll.
b. Biaya tidak langsung Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi misalnya biaya telepon, listrik, iklan dll.
2. Berdasarkan sifatnya,
a. Biaya eksplisit yaitu biaya yang muncul/kelihatan dalam proses produksi.
b. Biaya implisit yaitu biaya yang tidak kelihatan dalam proses produksi namun sebenarnya ada dan dikeluarkan.
3. Berdasarkan kaitannya dengan jumlah produksi
a. Biaya Tetap ( Fixed Cost = FC ) Yaitu biaya yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan produksi. Biasanya hanya muncul pada saat pertama akan berproduksi, gedung, mesin berat, dll
b. Biaya Variabel ( Variabel Cost = VC ) Yaitu biaya yang bertambah seiring dengan bertambahnya unit barang yang diproduksi.

Selain itu, dalam konsep biaya ada beberapa hal lain yang perlu diketahui adalah tentang biaya total, biaya perunit, dan biaya marginal. Biaya Total ( Total Cost = TC ) adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi sampai terciptanya barang. TC = TFC + TVC. Biaya Perunit (Average Cost = AC) Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi 1 unit barang jadi. AC = TC / Q. Biaya Marginal ( Marginal Cost = MC ) Tambahan biaya karena menambah 1 unit barang yang diproduksi.


Isocost dan Isoproduct
Seperti perilaku konsumen, Dalam berperilaku seorang produsen juga dibatasi dengan besar biaya yang harus dikeluarkan dan besarnya produk yang bisa dibuat. Hal ini disebut dengan Isocost dan Isoproduct.
Isoproduct adalah kurva yang menghubungkan kombinasi antara faktor produksi ( L & K ) yang mampu memproduksi sejumlah barang tertentu. Sifat Isoproduct sama dengan Kurva Indiferent. Sedagkan Isocost adalah garis yang menghubungkan kombinasi faktor – faktor produksi ( K & L ) pada tingkat pengeluaran biaya tertentu.Seperti dalam budget line. Isocost mempunyai daerah yang feasible.
Suatu perusahaan berada pada kondisi produksi optimum apabila terjadi persinggungan antara Isocost dan Isoproduct. Apabila masing – masing keseimbangan dihubungkan akan terbentuk jalur perluasan produksi dalam jangka panjang. Fungsi Produksi dibedakan menjadi :
1. Jangka Pendek : Jika terdapat fixed dan variable cost.
2. Jangka Panjang : Jika semua fixed cost sudah menjadi variable cost.
Dalam jangka pendek berlaku hukum The Law of Deminishing Return ( Hukum kenaikan yang semakin menurun ). Yaitu Jika dalam proses produksi terdapat input tetap / Fixed Cost ( artinya produksi masih dalam jangka pendek ) , Apabila semakin banyak input variabel yang digunakan, maka output akan bertambah dengan pola pertambahan yang menunjukkan:
1. MP naik, maksimum lalu turun sampai nol dan akhirnya negatif The law of Deminishing Marginal Return
2. AP mula-mula naik, maksimum lalu turun tapi tidak menjadi negatif disebut The Law of Deminishing Average Return.

Keuntungan Maksimum

Keuntungan Maksimum dalam Pasar Persaingan Sempurna
Melihat keadaan pasar persaingan sempurna, maka bagi seorang produsen dalam mencapai tujuannya yaitu keuntungan maksimum haruslah memperhatikan karakteristik dari pasar persaingan sempurna itu sendiri. Economic Profits atau keuntungan ekonomi merupaka surplus atau kelebihan pendapatan total atas semua biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Termasuk di dalamnya ongkos untuk pembelian sumber-sumber produksi ataupun opportunity cost untuk menggunakan input yang tersedia.
Untuk mendapatkan keuntungan maksimum, terdapat dua cara untuk menentukannya. Terlebih dahulu yang harus diperhatikan adalah cara yang paling mudah, yaitu dengan melihat pada tingkat atau jumlah produksi yang mana perbedaan di antara hasil penjualan total dan ongkos total adalah yang paling maksimum. Cara yang kedua adalah dengan memperhatikan tingkat produksi dimana tingkat keadaan ongkos marginalnya adalah sama dengan hasil penjualan marginalnya (MC = MR).
Dalam jangka pendek, pemaksimalan untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara. Yang pertama ialah menghitung dan membandingkan hasil penjualan total dengan ongkos total. Keuntungan adalah perbedaan di antara hasil penjualan total yang diperoleh dengan ongkos total yang dikeluarkan. Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva ongkos rata-rata dan ongkos marginal di satu pihak, dan hasil penjualan rata-rata dan hasil penjualaln marginal di lain pihak.pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi dimana hasil penjualan marginal sama dengan ongkos marginal.


Keuntungan Maksimum dalam Pasar Monopoli
Monopoli terjadi apabila hanya terdapat satu produsen di dalam pasar. Sifat permintaan yang di hadapi oleh Monopoli sangat berbeda dengan yang dihadapi produsen dalam pasar persaingan sempurna. Oleh karenanya permintaan dalam industri adalah juga merupakan permintaan atas produksi dalam perusahaan. Dalam Monopoli, harga selalu lebih tinggi dari hasil penjualan marginal. Pemaksimalan keuntungan Monopoli dapat diuraikan dalam dua pendekatan, yaitu yang pertama adalah melalui pendekatan hasil penjualan total dengan ongkos total. Dan yang kedua melalui pendekatan hasil penjualan marginal dengan ongkos marginal.

Keuntungan Maksimum dalam Pasar Oligopoli
Di dalam melihat pemaksimuman keuntungan dalam suatu perusahaan oligopoli, harus diperhatikan terlebih dahulu bagaimana tujuan itu dicapai apabila perusahaan-perusahaan tidak membuat kesepakatan. Dalam membuat analisis perlu disadari bahwa walaupun tidak terdapat kesepakatan, setiap perusahaan dalam pasar saling berkaitan satu sama lainya. Setiap tindakan yang dilakukan suatu perusahaan akan menimbulkan implikasi terhadap perusahaan lainya. Apabila implikasi tersebut merugikan perusahaan-perusahaan lainya, maka mereka akan melakukan tindakan balasan.
Ciri yang kental berkaitan dengan perusahaan-perusahaan dalam pasar Oligopoli antara lain ketika dalam pasar Oligopoli penurunan harga dari sesuatu perusahaan berkecenderungan akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lain akan menurunkan harga juga, agar mereka tidak kehilangan pelanggan begitu pula yang terjadi apabila perusahaan tersebut mencoba menaikan harga. Dengan demikian disimpulkan bahwa tidak ada alasan kepada perusahaan-perusahaan lain tersebut untuk merubah tingkat harganya. Perusahaan-Perusahaan tersebut akan memperoleh lebih banyak keuntungan apabila tidak merubah harga.
Dalam pasar Oligopoli dimana perusahaan-perusahaan tidak melakukan kesepakatan di antara mereka, tingkat harga adalah bersifat rigid, yaitu bersifat sukar untuk mengalami perubahan. Ia cenderung untuk tetap berada pada tingkat harga yang telah ditetapkan pada permulaanya. Jadi pada saat harga yang berlaku di masyarakat sama seperti pada permulaan penetapan harga, saat itu pula dapat dicapai keuntungan maksimum.

Pasar Input:
Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna adalah satu model pasar yang terdiri dari banyak produsen dan konsumen, produk yang dijual-belikan bersifat homogen, masing-masing produsen bebas keluar masuk pasar, faktor produksi dapat bergerak secara bebas dan masing-masing produsen serta konsumen mempunyai informasi yang lengkap tentang kondisi pasar. (Sudarman, 4:1985)
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang sangat tinggi efisiensinya. Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual ataupun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.

Penentuan Harga Output dalam Pasar Persaingan Sempurna
Teori ekonomi mikro menyebutkan bahwa pasar persaingan sempurna adalah suatu pasar yang ditandai oleh tidak adanya persaingan yang bersifat pribadi (rivalry) di antara perusahaan-perusahaan individu yang ada di dalamnya. Jadi, dengan demikian pengertian persaingan sempurna di dalam teori ekonomi berbeda dengan pengertian persaingan di dalam bahasa sehari-hari. Di dalam pengertian bahasa sehari-hari persaingan berarti persaingan antar pribadi (rivalry), sedangkan dalam teori ekonomi persaingan ini berarti tidak adanya sama sekali persaingan langsung antar pribadi (perfect competition).
Menurut pengertian teori ekonomi, yang dimaksud dengan pasar persaingan sempurna adalah pasar yang memiliki 5 macam ciri-ciri, yaitu:
a. Terdiri atas banyak penjual dan banyak pembeli
Dengan adanya banyak penjual dan pembeli di pasar, hal itu mengakibatkan masing-masing penjual hanya menawarkan barang yang relatif sedikit dibandingkan dengan seluruh barang yang ada di pasar. Demikian pula halnya, masing-masing pembeli secara individual juga dapat menguasai pasar. Dalam suasana pasar seperti itu, maka baik penjual maupun pembeli secara individual tidak dapat mempengaruhi harga pasar.

b. Barang yang diperjual-belikan bersifat homogen
Barang yang bersifat homogen artinya sama persis antara yang satu dengan yang lain, baik secara teknis maupun nonteknis. Sehingga, antara barang yang satu dengan yang lain dapat menggantikan secara sempurna di dalam penggunaannya. Dengan demikian berarti konsumen tidak punya sedikitpun alasan untuk lebih memilih barang yang satu terhadap barang yang lainnya. Anggapan tersebut mengandung makna bahwa masing-masing produsen di pasar persaingan sempurna berstatus sebagai “pengambil harga” (price taker).
Kurva permintaan yang dihadapi oleh masing-masing perusahaan adalah berbentuk horizontal sejajar dengan sumbu output. Hal itu berarti bahwa produsen menghadapi kurva permintaan yang elastis sempurna, dimana ia dapat menjual output berapapun pada tingkat harga yang berlaku di pasar. Kurva permintaan tersebut juga merupakan kurva penerimaan rata-rata (average revenue curve) dan juga kurva penerimaan marjinal (marginal revenue curve) bagi produsen.
c. Masing-masing produsen bebas untuk keluar masuk pasar
Dalam pasar persaingan sempurna dianggap tidak ada hambatan bagi produsen untuk keluar masuk pasar. Masing-masing produsen dianggap mempunyai kebebasan untuk menentukan putusan perhitungan ekonominya. Salah satu bentuk hambatan yang dapat menghalangi produsen keluar-masuk pasar adalah aturan yang dibuat oleh pemerintah, misalnya tarif, subsidi, hak paten, dan lain-lain.
d. Adanya mobilitas faktor produksi secara sempurna
Dalam pasar persaingan sempurna faktor produksi dianggap bebas untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Jadi, dalam bentuk pasar ini, tenaga kerja dianggap dapat berpindah-pindah pekerjaan sesuai dengan keputusan ekonominya. Dengan kata lain, dalam bentuk pasar persaingan sempurna, pasar tenaga kerja dianggap berstruktur pasar persaingan sempurna.
e. Pembeli dan penjual mempunyai informasi lengkap tentang pasar
Dalam pasar persaingan sempurna dianggap bahwa masing-masing produsen dan konsumen memiliki pengetahuan yang lengkap tentang kondisi pasar. Pengetahuan ini meliputi harga, jumlah barang, kualitas barang, dan lain-lain baik yang berlaku saat ini maupun saat yang akan datang, dengan demikian suasana yang seperti ini berarti ketidakpastian tentang suasana pasar untuk masa-masa yang akan datang tidak ada.


Keseimbangan Jangka Pendek
Pembicaraan tentang penentuan tingkat keseimbangan jangka pendek, pada dasarnya ada 2 lingkup yaitu perusahaan (firm) secara individual dan pasar (industry) secara keseluruhan. Agar dapat menentukan tingkat keseimbangan pasar, perlu diturunkan terlebih dahulu kurva penawaran pasar. Kurva penawaran pasar ditentukan dengan jalan menjumlahkan secara horisontal seluruh kurva-kurva penawaran yang dimiliki oleh semua perusahaan individual yang ada di pasar tersebut.
Dalam jangka pendek, output yang dihasilkan produsen dapat ditambah atau dikurangi dengan jalan menambah atau mengurangi jumlah input variabel yang digunakan. Jadi, dalam jangka pendek perusahaan hanya dapat menyesuaikan jumlah outputnya dengan suasana yang terjadi di pasar, sejauh tingkat output yang mungkin dapat dihasilkan dengan peralatan capital (input tetap) yang ada. Perusahaan yang rasional akan menyesuaikan jumlah outputnya sampai ketingkat output yang menghasilkan keuntungan maksimum (kerugian minimum). Apabila seorang produsen telah menghasilkan sejumlah output tertentu dan dari jumlah tersebut ia mendapatkan keuntungan maksimum, maka dikatakan ia berada dalam titik keseimbangan jagka pendek. Dan demikian juga halnya, pasar secara keseluruhan juga cenderung untuk menyesuaikan sampai pada titik keseimbangan jangka pendek (a point of short-run equilibrium).
Penentuan titik keseimbangan produsen pada dasarnya ada dua cara, yaitu melalui pendekatan penerimaan total-pengeluaran total perusahaan dan pendekatan penerimaan marjinal pengeluaran marjinal perusahaan.
a. Pendekatan penerimaan total – pengeluaran total perusahaan
Keuntungan/kerugian adalah selisih antara penerimaan total yang diperoleh dari penjuala output dan pengeluaran total yang dikeluarkan produsen untuk menghasilkan output tersebut. Dengan kata lain, keuntungan maksimum atau kerugian minimum akan terjadi pada tingkat output, dimana selisih antara penerimaan dan pengeluaran produsen mencapai maksimal.
Penentuan titik keseimbangan produsen melalui pendekatan penerimaan-pengeluaran produsen dirasa kurang banyak manfaatnya dipandang dari segi analisa perilaku produsen selanjutnya. Hal itu disebabkan, karena pendekatan penerimaan-pengeluaran produsen tidak dapat menyimpulkan interpretasi analisis lebih jauh perilaku produsen.
b. Pendekatan penerimaan marginal – pengeluaran marginal
Penerimaan marginal (marginal revenue) adalah perubahan penerimaan total produsen yang diakibatkan oleh perubahan 1 satuan output penjualan. Penerimaan batas produsen pada setiap tingkat penjualan dapat ditentukan dengan jalan membagi perubahan penerimaan total produsen dan perubahan output yang terjual. Secara grafis, penerimaan batas pada setiap tingkat output ditunjukkan oleh lereng (slope) dari kurva penerimaan total.
Melalui pendekatan ini dapat diambil tiga simpulan, yaitu apabila biaya produksi marjinal (MC) lebih kecil dari penerimaan marjinal (MR), maka keuntungan produsen masih belum maksimum, dalam hal ini produsen akan berusaha untuk menambah produksinya. Apabila MC lebih besar dari MR maka akibatnya apabila produsen menambah 1 satuan output akan terjadi pengurangan keuntungannya (menambah kerugiannya), dalam keadaan ini produsen akan mengurangi produksinya. Apabila MC sama dengan MR maka keuntungan produksi sedang berada pada titik maksimum (kerugian produsen akan minimum)

Keseimbangan Jangka Panjang
Sebuah perusahaan dikatakan berada pada keseimbangan jangka panjang apabila telah menyesuaikan skala perusahaan yang dipergunakannya dengan skala perusahaan dimana ongkos produksi rata-rata jangka panjang (LAC) berada pada titik minimum, dan bersinggungan dengan kurva permintaan yang terjadi di pasar. Dalam jangka panjang, perusahaan hanya dimungkinkan untuk menerima sekedar keuntungan normal (normal profit) dalam arti bahwa penerimaan tital hanya cukup untuk membiayai seluruh pengeluarannya. Sebab, seandainya perusahaan memperoleh keuntungan murni (excess profit) akibatnya, perusahaan-berusahaan baru banyak yang tertarik untuk memasuki pasar.

Pasar Monopoli
Monopoli adalah suatu model pasar yang hanya ada satu penjual, output yang dihasilkan produsen bersifat lain daripada yang lain (unique product) dan di pasar ada rintangan bagi produsen lain untuk memasukinya.

Penentuan Harga Output dalam Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu pasar yang memiliki ciri-ciri:
1. Hanya terdapat satu firma saja dalam industri tersebut, dengan demikian barang atau jasa yang dihasilkan tidak dapat dibeli dari tempat lain.
2. Barang yang dihasilkan merupakan barang satu-satunya, dan tidak terdapat barang mirip yang dapat menggatikanya.
3. Tidak ada kemungkinan perusahaan lain masuk ke dalam industri.
4. dapat menguasai penetuan harga. Karena hanya terdapat satu-satunya monopolist di dalam pasar, maka penentuan harga dapat dikuasainya.
5. Promosi iklan kurang diperlukan.

Hal-hal yang memungkinkan dalam menimbulkan pasar monopoli, pada umumnya adalah sebagai berikut:
a. Produsen memiliki salah satu (beberapa) sumber daya yang penting dan kemudian ia merahasiakannya. Atau produsen memiliki pengetahuan yang lain daripada yang lain (exclusive knowledge) tentang teknik produksi.
b. Produsen mempunyai hak paten untuk output yang ia hasilkan atau proses produksi yang ia selenggarakan.
c. Pemberian ijin khusus oleh pemerintah kepada produsen tertentu untuk mengelola suatu usaha tertentu pula. Atau penetapan pemerintah (tarif) yang maksudnya untuk menghalang-halangi masuknya barang-barang sejenis dari luar negeri.
d. Ukuran pasar begitu kecil untuk dilayani lebih dari satu perusahaan yang mengoperasikan skala perusahaan optimum. Dalam kenyataan, kadang-kadang didapatkan suatu pasar yang hanya mungkin untuk dilayani oleh satu perusahaan saja yang mengoperasikan skala produksi yang optimum, contohnya dalam bidang transportasi, listrik, dan komunikasi. Pasar monopoli yang muncul dengan akibat seperti ini sering disebut dengan monopoli alami (natural monopoly)
e. Produsen mengetrapkan kebijaksanaan limitasi harga (limit pricing policy). Limitasi harga dimaksudkan supaya perusahaan-perusahaan baru tidak ikut memasuki pasar.

Pasar Persaingan Monopolistik

Model pasar persaingan monopolistis dibandingkan dengan model pasar persaingan sempurna atau monopoli relative masih baru. Model ini baru diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 1930-an oleh E. Chamberlin dan Joan Robinson. Model ini dirumuskan atas dasar adanya ketidakpuasan terhadap model pasar persaingan sempurna yang anggapan-anggapan dasarnya dirasa kurang realistis (seperti anggapan jenis produk yang homogen).
Pasar persaingan monopolistik menurut model Chamberlin didasarkan pada beberapa anggapan dasar, yaitu:
a. Di pasar terdapat banyak penjual dan pembeli.
b. Produk yang dihasilkan produsen bersifat dibedakan (diusahakan mempunyai ciri-ciri yang berbeda-beda antara produk yang satu dengan yang lain), tetapi diantaranya mempunyai kemampuan untuk saling mengganti cukup besar.
c. Di pasar ada kebebasan bagi perusahaan untuk masuk dan keluar pasar.
d. Produsen selalu berusaha memaksimalkan keuntungan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
e. Harga-harga faktor produksi dan tingkat teknologi tertentu.
f. Perilaku produsen dianggap tertentu setelah ia mengetahui bentuk permintaan dan ongkos produksi dari usahanya.
g. Jangka panjang dianggap terdiri dari beberapa periode jangka pendek yang identik, yang masing-masing bebas (independent) antara satu dengan yang lain, dalam arti bukan keputusan yang diambil produsen dalam satu periode jangka pendek tertentu tidak mempengaruhi keputusan yang akan diambilnya untuk periode-periode yang lain. Keputusan optimal yang diambil dalam satu periode tertentu adalah juga keputusan yang optimal bagi periode yang lain.
h. Kurva permintaan dan juga kurva ongkos produksi dianggap sama untuk semua produsen yang ada di kelompok itu. (Anggapan ini tidak muncul pada pasar persaingan sempurna maupun pasar monopoli).


Pasar Oligopoli

Keadaan pasar dimana ada beberapa penjual dengan suatu jenis barang yang memungkinkan di antara penjual tersebut untuk mengadakan kerjasama ataupun saling bergantung ataupun tanpa adanya kerjasama atau saling mempengaruhi. Struktur pasar oligopoli memungkinkan diadakannya kerjasama secara diam-diam atau secara terang-terangan. Ada 3 faktor yang memungkinkan terjadinya kerjasama, yaitu:
1. Dapat meningkatkan keuntungan para produsen jika masing-masing dari produsen tersebut mengurangi tingkat persaingan yang akan membuat mereka bertindak layaknya monopolist.
2. Dengan mengadakan kerjasama, para produsen dapat mengurangi ketidakpastian yang ada, dalam artian tindakan produsen yang satu terhadap yang lain jelas jika mereka mengadakan kerjasama.
3. Adanya kerjasama antar produsen menutup kemungkinan masuknya produsen baru dalam industri.
Bentuk kerjasama yang mungkin sempurna adalah kartel, dimana merupakan organisasi resmi antar produsen dalam suatu industri yang bertujuan mengalihkan suatu keputusan manajemen dan fungsi produksi individu kedalam asosiasi pusat agar dapat dapat meningkatkan keuntungan perusahaan.

Keuntungan Maksimum dalam Pasar Persaingan Sempurna

Keuntungan Maksimum

Keuntungan Maksimum dalam Pasar Persaingan Sempurna
Melihat keadaan pasar persaingan sempurna, maka bagi seorang produsen dalam mencapai tujuannya yaitu keuntungan maksimum haruslah memperhatikan karakteristik dari pasar persaingan sempurna itu sendiri. Economic Profits atau keuntungan ekonomi merupaka surplus atau kelebihan pendapatan total atas semua biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Termasuk di dalamnya ongkos untuk pembelian sumber-sumber produksi ataupun opportunity cost untuk menggunakan input yang tersedia.

Untuk mendapatkan keuntungan maksimum, terdapat dua cara untuk menentukannya. Terlebih dahulu yang harus diperhatikan adalah cara yang paling mudah, yaitu dengan melihat pada tingkat atau jumlah produksi yang mana perbedaan di antara hasil penjualan total dan ongkos total adalah yang paling maksimum. Cara yang kedua adalah dengan memperhatikan tingkat produksi dimana tingkat keadaan ongkos marginalnya adalah sama dengan hasil penjualan marginalnya (MC = MR).

Dalam jangka pendek, pemaksimalan untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara. Yang pertama ialah menghitung dan membandingkan hasil penjualan total dengan ongkos total. Keuntungan adalah perbedaan di antara hasil penjualan total yang diperoleh dengan ongkos total yang dikeluarkan. Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva ongkos rata-rata dan ongkos marginal di satu pihak, dan hasil penjualan rata-rata dan hasil penjualaln marginal di lain pihak.pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi dimana hasil penjualan marginal sama dengan ongkos marginal.

Teori Biaya

Teori Biaya

Konsep Biaya
Konsep biaya produksi yang digunakan dalam analisa ekonomi berbeda dengan konsep biaya yang biasa digunakan secara umum. Konsep ekonomi mengenai biaya lebih konsisten dan tetap.
Biaya produksi merupakan faktor utama dalam menentukan jumlah barang atau jasa yang akan dijual di pasar. Untuk mengetahui penawaran dan jumlah barang yang ditawarkan harus mengetahui biaya-biaya yang dikeluarkan,yang berasal dari prinsip produksi. Para ekonom mendefinisikan biaya produksi untuk suatu output tertentu sebagai nilai yang harus dikorbankan dari alternatif produksi yang menggunakan input dimana input tersebut digunakan untuk memproduksi output tertentu. Prinsip ini dikenal dengan nama “opportunity cost principle”.

Jenis-jenis Biaya
1. Berdasarkan fungsinya,
a. Biaya langsung yaitu biaya yang langsung masuk dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, tenaga kerja dll.
b. Biaya tidak langsung Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi misalnya biaya telepon, listrik, iklan dll.
2. Berdasarkan sifatnya,
a. Biaya eksplisit yaitu biaya yang muncul/kelihatan dalam proses produksi.
b. Biaya implisit yaitu biaya yang tidak kelihatan dalam proses produksi namun sebenarnya ada dan dikeluarkan.
3. Berdasarkan kaitannya dengan jumlah produksi
a. Biaya Tetap ( Fixed Cost = FC ) Yaitu biaya yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan produksi. Biasanya hanya muncul pada saat pertama akan berproduksi, gedung, mesin berat, dll
b. Biaya Variabel ( Variabel Cost = VC ) Yaitu biaya yang bertambah seiring dengan bertambahnya unit barang yang diproduksi.

Selain itu, dalam konsep biaya ada beberapa hal lain yang perlu diketahui adalah tentang biaya total, biaya perunit, dan biaya marginal. Biaya Total ( Total Cost = TC ) adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi sampai terciptanya barang. TC = TFC + TVC. Biaya Perunit (Average Cost = AC) Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi 1 unit barang jadi. AC = TC / Q. Biaya Marginal ( Marginal Cost = MC ) Tambahan biaya karena menambah 1 unit barang yang diproduksi.


Isocost dan Isoproduct
Seperti perilaku konsumen, Dalam berperilaku seorang produsen juga dibatasi dengan besar biaya yang harus dikeluarkan dan besarnya produk yang bisa dibuat. Hal ini disebut dengan Isocost dan Isoproduct.
Isoproduct adalah kurva yang menghubungkan kombinasi antara faktor produksi ( L & K ) yang mampu memproduksi sejumlah barang tertentu. Sifat Isoproduct sama dengan Kurva Indiferent. Sedagkan Isocost adalah garis yang menghubungkan kombinasi faktor – faktor produksi ( K & L ) pada tingkat pengeluaran biaya tertentu.Seperti dalam budget line. Isocost mempunyai daerah yang feasible.
Suatu perusahaan berada pada kondisi produksi optimum apabila terjadi persinggungan antara Isocost dan Isoproduct. Apabila masing – masing keseimbangan dihubungkan akan terbentuk jalur perluasan produksi dalam jangka panjang. Fungsi Produksi dibedakan menjadi :
1. Jangka Pendek : Jika terdapat fixed dan variable cost.
2. Jangka Panjang : Jika semua fixed cost sudah menjadi variable cost.
Dalam jangka pendek berlaku hukum The Law of Deminishing Return ( Hukum kenaikan yang semakin menurun ). Yaitu Jika dalam proses produksi terdapat input tetap / Fixed Cost ( artinya produksi masih dalam jangka pendek ) , Apabila semakin banyak input variabel yang digunakan, maka output akan bertambah dengan pola pertambahan yang menunjukkan:
1. MP naik, maksimum lalu turun sampai nol dan akhirnya negatif The law of Deminishing Marginal Return
2. AP mula-mula naik, maksimum lalu turun tapi tidak menjadi negatif disebut The Law of Deminishing Average Return.

Teori Dan Produksi

Teori produksi merupakan teori pemilihan atas berbagai alternatif, terutama menyangkut keputusan yang diambil oleh seorang produsen dalam menentukan pilihan atas alternatif-alternatif yang ada. Produsen berusaha dalam memaksimalkan produksi yang dapat dicapainya dengan suatu kendala biaya tertentu agar dapat dihasilkan keuntungan yang maksimal.

Fungsi Produksi
Di dalam proses produksi, faktor produksi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari proses produksi sangat tergantung dari faktor produksi sebagai input (masukan) dalam proses produksi tersebut Untuk memproduksi suatu barang atau jasa, perusahaan memerlukan sumber atau faktor produksi. Hal ini berarti nilai produk yang dihasilkan tersebut tergantung dari nilai faktor produksi yang dikorbankan dalam proses produksinya. Keterkaitan antara nilai produk (output) dengan nilai faktor produksi (input) dalam proses produksi itu disebut fungsi produksi.Secara metematik hubungan antara faktor produksi dan produk itu dapat dituliskan sebagai berikut:
Q = f ( K, L , T , N )
Fungsi produksi yang disusun dalam persamaan matematik di atas mengandung arti bahwa barang/jasa yang dihasilkan (Q) merupakan akibat dari masukan (K, L , T , N) yang diproses. Jika salah satu sumberdaya masukan diubah maka keluaran (output) akan berubah
Fungsi produksi berkaitan dengan hubungan antara input dan output yang dihasilkan. Hubungan tersebut dapat ditunjukkan secara matematis. Fungsi produksi membatasi tercapainya profit maksimum karena terbatasnya teknologi dan pasar yang akan berpengaruh pada biaya produksi, output yang dihasilkan, dan harga jual output. Produsen biasanya dapat melakukan variasi ataupun perubahan dalam penggunaan proporsi input untuk menghasilkan suatu output. Fleksibilitas ini memungkinkan berbagai macam hubungan antara input dan output.


Hubungan antara input dan input, input dan output, serta output dan output yang menjadi karakteristik dari fungsi produksi suatu perusahaan tergantung pada teknik produksi yang digunakan. Semakin maju teknologi yang digunakan maka output yang diproduksi semakin meningkat dengan jumlah input tertentu.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Rancangan Eksperimen Kuasi / Semu (Quasi—Experimental Design)

Penelitian kuasi eksperimen dapat diartikan sebagai penelitian yang mendekati eksperimen atau eksperimen semu. Bentuk penelitian ini banyak digunakan dibidang ilmu pendidikan atau penelitian lain dengan subjek yang diteliti adalah manusia, dimana mereka tidak boleh dibedakan antara satu dengan yang lain seperti mendapat perlakuan karena berstatus sebagai grup control. Pada penelitian kuasi eksperimen peneliti dapat membagi grup yang ada dengan tanpa membedakan antara control dan grup secara nyata dengan tetap mengacu pada bentuk alami yang sudah ada.
Karena berbagai hal, terutama berkenaan dengan pengontrolan variabel, kemungkinan sukar sekali dapat digunakan ekperimen murni. Penelitian Eksperimental semu bermaksud mencari hubungan sebab akibat kehidupan nyata, dimana pengendalian ubahan sulit atau tidak mungkin dilakukan, pengelompokan secara acak mengalami kesulitan, dan sebagainya. Misalnya, classroom-experiments,eksperimen dengan modul, penerapan behavior-conditioning dalam manajemen dan penguasaan kelas.Contohnya: penelitian ada yang memakai pre-test / post-test, yang didalamnya terdapat variabel-variabel, seperti kematangan, kepribadian, dan sebagainya.
Bentuk eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Quasi experimental desaign, digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian.
Rancangan eksperimental kuasi ini memiliki kesepakatan praktis antara eksperimen kebenaran dan sikap asih manusia terhadap bahasa yang ingin kita teliti. Beberapa rancangan eksperimen kuasi (eksperimen semu), yaitu:
1.      Rancangan dengan pemasangan subjek melalui tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized posttest - only control group design, using matched subject).
2.      Rancangan dengan pemasangan subjek melalui tes awal-tes akhir dan kelompok kontrol (the randomnized posttest - only control group design, using matched subject),
3.      Rancangan tiga perlakuan dengan pengaruh imbangan (a three treatment counter balanced, using matched subject).
4.      Rancangan rangkaian waktu (a basic time-series design)

O1O2O3O4 x O5O6O7O8
 
 



Dalam desain ini kelompok yang digunakan untuk penelitian tidak dapat dipilih secara random. Sebelum diberi perlakuan,kelompok diberi prestasi sampai empat kali, dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan. Bila hasil pretest selama empat kali ternyata nilainya berbeda-beda,berarti kelompok tersebut keadaanya labil,tidak menentu, dan tidak konsisten. Setelah kestabilan keadaan kelompok dapat diketahui dengan jelas,maka baru diberi treatment. Desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja,sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol.

     Hasil pretest yang baik adalah O1=O2=O3=O4  dan hasil perlakuan yang baik adalah O5=O6=O7=O8. Besarnya pengaruh perlakuan adalah = (O5+O6+O7+O8 ) - (O1+O2+O3+O4).e).

EKSPERIMEN KUASI (QUASI EXPERIMENT)

EKSPERIMEN KUASI (QUASI EXPERIMENT)
A.    Penelitian Eksperimen
Eksperimen merupakan salah satu metode penelitian yang dapat dipilih dan digunakan dalam penelitian pembelajaran pada latar kelas (PTK). Penelitian eksperimental dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif, sistematis, dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan (Danim, 2OO2).
Penelitian ekperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang ada. Karena dalam penelitian eksperimen para peneliti melakukan tiga persyaratan dari suatu bentuk penelitian. Ketiga persyaratan tersebut, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian eksperimen peneliti juga harus membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi dua grup, yaitu grup treatment atau yang memperoleh perlakuan dan grup control yang tidak memperoleh perlakuan. Penelitian eksperimen karena peneliti sudah melakukan kegiatan mengontrol maka hasil penelitian dapat menentukan hubungan kausal atau sebab dan akibat. Penelitian eksperimen juga diharuskan menggunakan hipotesis dan melalui pengamatan, peneliti menguji hipotesis tersebut dalam kondisi eksperimen, yaitu kondisi yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa (laboratorium), sehingga tidak ada kontaminasi diantara variabel yang diteliti. Bidang kedokteran, pertanian, psikologi dan bidang teknik adalah diantara bidang-bidang ilmu pengetahuan yang banyak menggunakan penelitian eksperimen.
1.      Karakteristik Penelitian Eksperimen       
Danim (2002) menyebutkan beberapa karakteristik penelitian eksperimental, yaitu,
a.       Variabel-veniabel penelitian dan kondisi eksperimental diatur secara tertib ketat (rigorous management), baik dengan menetapkan kontrol, memanipulasi langsung, maupun random (rambang).
b.      Adanya kelompok kontrol sebagai data dasar (base line) untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimental.
c.       Penelitian ini memusatkan diri pada pengontrolan variansi, untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian, meminimalkan variansi variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen, tetapi tidak menjadi tujuan penelitian. Di samping itu, penelitian ini meminimalkan variansi kekeliruan, termasuk kekeliruan pengukuran. Untuk itu, sebaiknya pemilihan dan penentuan subjek, serta penempatan subjek dalarn kelompok-kelompok dilakukan secara acak.
d.      Validitas internal (internal validity) mutlak diperlukan pada rancangan penelitian eksperimental, untuk mengetahui apakah manipulasi eksperimental yang dilakukan pada saat studi ini memang benar-benar menimbulkan perbedaan.
e.       Validitas eksternalnya (external validity) berkaitan dengan bagaimana kerepresentatifan penemuan penelitian dan berkaitan pula dengan penggeneralisasian pada kondisi yang sama.
f.       Semua variabel penting diusahakan konstan, kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi.
2.      Langkah-Langkah Kegiatan Penelitian Eksperimen
Pada umumnya, penelitian eksperirnental dilakukan dengan menempuh langkah-langkah seperti berikut, yaitu,
a.       Melakukan kajian secara induktif yang berkait erat dengan permasalahan yang hendak dipecahkan.
b.      Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah.
c.       Melakukan studi literatur dan beberapa sumber yang relevan, memformulasikan hipotesis penelitian, menentukan variabel, dan merumuskan definisi operasional dan definisi istilah.
d.      Membuat rencana penelitian yang didalamnya mencakup kegiatan: 1) Mengidentifikasi variabel luar yang tidak diperlukan, tetapi memungkinkan terjadinya kontaminasi proses eksperimen; 2) menentukan cara mengontrol; 3) memilih rancangan penelitian yang tepat; 4) menentukan populasi, memilih sampel (contoh) yang mewakili serta memilih sejumlah subjek penelitian; 5) membagi subjek dalam kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen; 6) membuat instrumen, memvalidasi instrumen dan melakukan studi pendahuluan agar diperoleh instrumen yang memenuhi persyaratan untuk mengambil data yang diperlukan; g) mengidentifikasi prosedur pengumpulan data. dan menentukan hipotesis.
e.       Melaksanakan eksperimen.
f.       Mengumpulkan data kasar dan proses eksperimen.
g.      Mengorganisasikan dan mendeskripsikan data sesuai dengan vaniabel yang telah ditentukan.
h.      Menganalisis data dan melakukan tes signifikansi dengan teknik statistika yang relevan untuk menentukan tahap signifikasi hasilnya.
i.        Menginterpretasikan basil, perumusan kesimpulan, pembahasan, dan pembuatan laporan (Sukardi, 2003).


PENGERTIAN PENELITIAN TINDAKAN

PENGERTIAN PENELITIAN TINDAKAN

Metode penelitian tindakan adalah suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama antar peneliti dan decision maker tentang variable-variabel yang dapat dimanipulasi dan dapat segera digunakan untuk menentukan kebijakan dan pembnagunan. Peneliti dan decision maker bersama-sama menentukan masalah, membuat desain serta melaksanakan program-progam tersebut.
Ciri utama dari penelitian tindkan adalah untuk memperoleh penemuan yang signifikan secara operasional sehingga dapat digunakan ketika kebijakan dilaksanakan. Penelitian tindakan mengadakan rangka kerja penelitian empiris yang didasarkan pada observasi objektif pada masa sekarang untk memecahkan masalah baru, serta praktis dan actual dalam kegiatan kerja. Karena itu, penelitian tindakan mempunyai sifat lebih fleksibel, dan dapat mrngorbaknan kepantingan control demi adanya inovasi dan bekerja dengan on the spot experimentation. Validitas eksternal dan internal dari penelitian tindakan secara relative lemah karena sampel kurang representative masih dibenarkan, demikian juga control terhadap variable bebas tidak terlalu ditekan kan.
Tujuan:
  1. untuk memperoleh keterangan yang objektif dalam rangka membenarkan kebijakan atau kegiatan yang telah dibuat
  2. untk memberikan keterangan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk kegiatan dan tindakan yang akan datang
  3. untuk membenarkan penundaan aksi, pengambilan tindakan atau tidak mengambil tindakan apapun
  4. untuk menstimulasikan pekerja-pekerja pelaksanaan program kea rah yang lebih dinamis serta lebih menggiatkan implikasi dari berbagai alat untuk mencapai tujuan.
Kesukaran Penelitian tindakan
  1. Kesukaran Evaluasi
Adakalanya tidak diperoleh pengaruh yang dapat diobservasikan atau beda yang nyata antara kelompok-kelompok dimana dilaksanakan program karena tidak ada control untuk membuat hal-hal lain di luar program tidak berubah. Kesukaran analisis dan juga evaluasi juga disebabkan oleh kurangya dokumentasi yang sistematik denagn program, baik ketika dimulai, asal usul program, modifikasi,dsb.juga karena waktu yang etrlalu pendek untuk mengevaluasi hasil. Juga karena adanya sifat “mengamati langsung” oleh peneliti terhadap manusiia yang melaksanakan dan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan perubahan itu sendiri, maka dampak yang diperlihatkan tidak murni lagi.
2. kesukaran kerjasama
            a. sukar untuk menjelaskan apakah proyek tersebut suatu penalitian atau suatu program tindakan, sehingga sukar menentukan siapa yang akan merupakan pengambilan keputusan dalam kegiatan tersebut.
b. adanya ketergantungan antara peneliti dan pelaksana, sedangkan kedua pihak mempunyai profesi seta orientasi dan perbedaan dalam deskripsi pekerjaan, serta system “rewarding” membuat pelaksanaan penelitian relative sukar.
c. ketentuan-ketentuan serta requirement yang interdisiplin dari penelitian tindakan (antara ahli antropologi dengan ahli pertanian dsb) membuat penelitian tindakan merupakan satu penelitian yang menghendaki kerjasama yang utuh.
-          Langkah-langkah
1. Rumusan masalah dan tujuan penelitian bersama-sama antara peneliti dan pekerja praktis dan desiccion maker
2. himpun data  yang tersedia tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah atau metode-metode dengan melakukan studi kepustakaan
3. rumuskan hipotesis serta strategi pendekatan dan memecahkan maslah
4. buat desain penelitian bersama-sama antara peneliti dengan pelaksana program serta rumuskan prosedur, alat dan kondisi di mana penelitian dilaksanakan.
5. tentukan criteria evaluasi, teknik pengukuran serta teknik analisis yang digunakan
6. kumpulkan data, analisis, beri interpretasi serta generalisasi serta saran-saran

7. laporkan penelitian dengan penulisan ilmiah.

Top