Tampilkan postingan dengan label Belajar Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Kita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2016

Mimpi Kami Anak Bangsa

Mimpi Kami Anak Bangsa


Judul Cerpen Mimpi Kami Anak Bangsa

Cerpen Karangan: 
Lolos moderasi pada: 16 November 2016



Berjalan menyusuri jalanan saat dimana orang lain melakukan aktivitas mereka dan juga anak seusiaku tentunya mereka bergegas ke sekolah. Tidak sepertiku hanya melihat megahnya gedung sekolah tanpa pernah merasakan nyamannya duduk di bangku sekolah menerima pelajaran untuk mengenal dunia. Atau memang sudah menjadi takdir untuk kami orang pinggiran selalu tersisih terutama anak-anak bangsa seperti kami yang tidak layak mengenyam pendidikan. Yang aku lakukan hanya mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk aku bawa pulang. Entah mengapa aku tak pernah lelah menanyakan mengapa ibu tak menyekolahkanku seperti anak-anak yang lain meski jawaban yang ibu berikan tetap saja tak pernah berubah.

“Bu, apa memang anak-anak sepertiku tidak berhak bersekolah?” Tanyaku.
“Kita itu tak butuh sekolah yang penting kamu itu bisa cari uang.” Jawab Ibu.


Aku pernah mendengar di radio “Bahwa anak-anak bangsa harus menerima pendidikan yang layak karena kelak merekalah yang membangun bangsa ini.” Tapi anak-anak seusiaku banyak yang tak menerima pendidikan yang layak bagi mereka bisa makan sehari-hari saja sudah cukup.

“Ayo ngapain ngelamun aja.” ujar temanku.
“Mau kemana?” jawabku.
“Ya mulunglah emang kalau melamun bisa dapat uang.” sahutnya.
“Iya.”


Dion adalah temanku sama sepertiku tak pernah megenal bangku sekolah di pikirannya hanya uang. Baginya tidak perlu pendidikan tinggi atau keahlian khusus untuk memulung hanya butuh karung besar untuk menampung barang-barang bekas.

“Dion apa kamu pernah berpikir kalau kita bisa bersekolah.” tanyaku
“Apa sekolah, mimpi kamu.” jawab Dion.


Walau dia berkata seperti itu sebenarnya Dion punya mimpi yang besar untuk bersekolah namun karena keadaan dia harus mengubur mimpinya. Dan dia pernah berkata kalau sekolah itu hanya untuk orang-orang kaya saja.

Jalanan begitu ramai seorang laki-laki terlihat begitu terburu-buru dengan penampilan sangat rapi dia berusaha menerobos keramaian namun tanpa sengaja dompetnya terjatuh dari saku celana, dan aku tepat berada di belakangnya tanpa pikir panjang aku langsung mengambil dompet itu dan langsung mengembalikannya.

“Pak ini dompetnya jatuh.” ujarku.
“Oh ya.” jawabnya yang langsung pergi dengan terburu-buru.
“Siapa itu Ben?” tanya Dion.
“Tadi dompet bapak itu terjatuh.” jawabku.
“Kenapa gak kamu ambil aja kan lumayan.” sahut Doni.
“Hmmm dasar.”


Tak lama berselang saat aku dan Dion melepas dahaga di pedagang kaki lima aku kembali melihat bapak yang tadi dompetnya terjatuh, dari kejauhan dia seakan menuju ke arah tempat aku dan Dion.

“Kamu tadi yang mengembalikan dompet saya kan?” tanya bapak itu.
“Iya pak.” jawabku.
“Maaf ya tadi saya belum mengucapkan terima kasih karena terburu-buru.” ujarnya.
“Iya pak tidak apa-apa.” sahutku.


Cukup lama kami berbincang namun ada satu pertanyaan yang membuatku sedikit merasa sedih dan sejenak aku terdiam. Yang sebelumnya pertanyaan itu tidak pernah ditanyakan oleh seorang yang berpenampilan rapi dengan tutur bahasa yang santun.

“Apa kalian berdua ingin bersekolah seperti anak lainnya.” tanya Bapak itu.
“Mungkin tidak ada anak yang tak ingin bersekolah Pak termasuk kami berdua dan teman-teman kami lainnya tapi bagi kami duduk di bangku sekolah dan menerima pendidikan yang layak itu hanya sebatas mimpi.” jawabku.
“Tidak ada yang tidak mungkin” kata yang diucapkan Bapak itu dan kata-kata yang membuatku sedikit tidak percaya bahwa dia menerima kami anak-anak di perumahan kumuh untuk bersekolah dengan layak yang tidak harus memikirkan biaya apapun di sebuah yayasan yang didirikannya.
Aku dan Dion seakan membisu merasa tidak percaya, yang dulu bersekolah adalah mimpi sekarang menjadi kenyataan.


Cerpen Karangan: Feny Sahara
Facebook: FY
Feny Sahara, berumur 17th, alamat Desa Sukadame Kec. Tigapanah Kab. Karo Prov. Sumatera Utara

Cerita Mimpi Kami Anak Bangsa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.



Terima Kasih Kepada google.com , google.co.id , Bing , Yahoo
from Belajar Kita http://belajarmandirikita.blogspot.com/2016/11/mimpi-kami-anak-bangsa.html
Terima Kasih Telah membaca Mimpi Kami Anak Bangsa pada blog kami Bangsa Jurnal , semoga bermanfaat bagi kita semua

Kamis, 03 November 2016

Bingung membuat buku ajar? Berikut Panduan Cara Menulis Buku Ajar


Buku Ajar masih belum sepopuler buku refrensi di dunia pendidikan, terutama di dunia pendidikan tinggi. Para dosen masih merasa bahwa menulis buku ajar itu sulit, lebih sulit dibanding menulis buku cerita, buku motivasi atau buku populer. Padahal, jika Anda berprofesi sebagai pengajar, membuat buku ajar itu sebenarnya mudah.
Sebagai buku instrusional buku ajar ditulis untuk kepentingan belajar mengajar. oleh sebab itulah mengapa sebenarnya menulis buku ajar itu bisa dibilang cukup mudah bagi para pengajar. Karena proses mengajar sudah menjadi makanan sehari-hari, tinggal menuangkannya dalam sebuah buku saja.
Pembuatan buku ajar bisa mengikuti panduan berikut, agar menulis buku ajar jadi lebih mudah dan cepat:

1. Panduan format menulis buku ajar

Format buku ajar yang baik adalah sesuai dengan ketentuan UNESCO yaitu maksimal ukuran kertas A4 (21 cm x 29.7 cm) dan minimal menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi adalah ukuran A5 (14.8 cm x 21 cm). Jumlah halaman minimalnya adalah 49 halaman. Selain itu, buku ajar yang baik harus ber ISBN (international Standard Book Number). dengan menggunakan gaya bahasa semi normal.
Maksud dari penggunaan gaya bahasa semi normal adalah, buku ajar tidak terlalu formal. Karena buku ajar digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga gaya bahasa yang digunakan bisa menggunakan bahasa lisan seperti mengajar di kelas, namun tetap mudah dipahami pembaca dengan struktur kalimat SPOK (subjek, predikat, objek, keterangan)
Buku ajar yang baik juga perlu mencantumkan TIU, TIK dan Kompetensi yang disusun sesuai dengan rencana pembelajaran. Sedangkan untuk materi yang diajarkan bisa mengambil beberapa hasil penelitian untuk menambah referensi pengajaran yang masih relevan dengan pokok bahasan. Tidak kalah pentingnya adalah menyertakan catatan kaki (footnote), daftar pustaka, dan index.

2. Struktur isi buku ajar

Struktur isi sebuah buku ajar sebaiknya tersusun secara runtut dan rapi sesuai dengan GBPP (Garis Besar Program Pembelajaran) atau biasa disebut silabus. Karena satu mata kuliah diajarkan dalam satu semester maka buku ajar diharapkan bisa dipakai hanya dalam satu semster saja. Dalam satu bab disampaikan dalam satu sampai dua pertemuan kuliah, sehingga rata-rata sebuah buku ajar memiliki 6 sampai 12 bab tergantung dari kompleksitas materi yang diajarkan.
Adapun contoh daftar isi buku ajar adalah sebagai berikut:
Judul Buku:
STATISTIKA TERAPAN DI BIDANG MANAJEMEN
Prakata
Bab. I Pendahuluan
A. Sejarah Statistik, definisi dan sumber data
B. Statistik deskriptif dan induktif serta metode pengumpulan data
C. Soal
Bab. II Distribusi Frekuensi Kompetensi, Tujuan Instruksional dan Peta Konsep
A. Pengertian distribusi frekuensi dan Macam distribusi frekuensi
B. Penyusunan distribusi frekuensi dan Penyajian data
C. Soal
Bab. III Ukuran Tendensi Sentral Kompetensi, Tujuan Instruksional dan Peta Konsep
A. Pengertian Nilai atau ukuran Tendensi Sentral, Mean, Median, dan Modus
B. Rata-rata ukur dan rata-rata harmoni.
C. Hubungan Mean, Median, dan Modus
D. Soal
Bab. IV Ukuran Letak dan Bentuk Distribusi Kompetensi, Tujuan Instruksional dan Peta Konsep
A. pengertian ukuran letak, kuartil, desil dan presentil
B. Ukuran kemencengan dan keruncingan
C. Soal
Bab. V Ukuran Penyebaran Kompetensi, Tujuan Instruksional dan Peta Konsep
A. Pengertian penyebaran dan range
B. Deviasi kuartil dan deviasi standar
C. Soal
Bab. VI Teknik Sampling, Tujuan Instruksional dan Peta Konsep
A. Populasi dan sampel
B. Persyaratan Sampel
C. Ukuran Sampel
D. Teknik Pengambilan Sampel
E. Soal
 Dalam contoh diatas, setiap subbab terdapat soal-soal, yang bisa dikerjakan oleh mahasiswa sebagai tugas mingguan, atau bisa sebagai latihan di kelas. Namun jelas bahwa setiap isi buku ajar adalah apa yang disampaikan di kelas, karena buku ajar sebagai buku pegangan mahasiswa atau siswa di kelas ketika pengajar menjelaskan materi tersebut. Sehingga apa yang diajarkan di dalam kelas tidak terlalu jauh dari apa yang ada dalam buku ajar.
 3. Perkembangan buku ajar
Buku ajar yang merupakan panduan kuliah sebuah mata kuliah tertentu, menjadikan buku ajara sangat spesifik, dan terbatas. Namun dengan perkembangannya, buku ajar saat ini sangat bervariasi, tidak hanya berwujud buku saja, melainkan bisa juga berbentuk eBook, atau video tutorial. Dan juga buku ajar bisa digunakan utnuk mengajar dosen lain yang mngampu mata kuliah yang sama, asalkan GBPP nya tidak melenceng jauh dari isi buku ajar yang ditulis oleh dosen lain dan akan dipakai dalam proses pembelajaran.
Dit. Litabmas Ditjen Dikti memberikan program intensif penulisan buku ajar, guna meningkatkan jumlah buku ajar di pendidikan tinggi. Program ini tidak membiayai penyiapan atau penerbitan naskah buku, tetapi menyediakan sejumlah dana insentif bagi penulis yang naskahnya telah diterbitkan dan ber-ISBN oleh penerbit yang kredibel (tergabung dalam IKAPI).
Itulah beberapa panduan singkat menulis buku Ajar, Nah, Apakah Anda sudah asiap menulis buku ajar? Segera tulis dan realisasikan mimpi anda, karena menulis buku ajara memiliki banyak keuntungan yang akan anda rasakan.


Terima Kasih Kepada google.com , google.co.id , Bing , Yahoo
from Belajar Kita http://belajarmandirikita.blogspot.com/2016/11/bingung-membuat-buku-ajar-berikut.html
Terima Kasih Telah membaca Bingung membuat buku ajar? Berikut Panduan Cara Menulis Buku Ajar pada blog kami Bangsa Jurnal , semoga bermanfaat bagi kita semua

Selasa, 01 November 2016

Cara Mengakses Jurnal Internasional





















































































Terima Kasih Kepada google.com , google.co.id , Bing , Yahoo
from Belajar Kita http://belajarmandirikita.blogspot.com/2016/10/cara-mengakses-jurnal-internasional.html
Terima Kasih Telah membaca Cara Mengakses Jurnal Internasional pada blog kami Bangsa Jurnal , semoga bermanfaat bagi kita semua

Top