Rabu, 14 Desember 2011

Jenis-Jenis Motivasi


Menurut Dimyati (2002:90) secara garis besar, motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan oleh faktor pendorong dari dalam diri (internal) individu. Motivasi ekstrinsik adalah dorongan terhadap perilaku seseorang yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya, motivasi ini timbul karena adanya rangsangan (stimulus) dari luar.
1.      Motivasi instrinsik
      Merupakan motif – motif yang menjadi aktif atau berfungsi tanpa dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan umtuk melakukan sesuatu (Djamarah, 2002:115). Menurut Hamalik (2000:12) yang termasuk motivasi intrinsik adalah keinginan untuk mendapat keterampilan tertentu, memperoleh informasi, memperoleh pemahaman, menikmati kehidupan dan keinginan untuk diterima orang lain. Misalnya seperti perasaan menyenangi materi dan kebutuhan terhadap materi tersebut, dengan demikian seseorang belajar tidak hanya mengharapkan pujian dari orang lain tetapi benar-benar untuk mengetahui segala sesuatu.
2.      Motivasi ekstrinsik
      Merupakan motif – motif yang aktif dan berfungsi karena adanya rangsangan dari luar.  Menurut Hamalik (2000:13) motivasi ekstrinsik meliputi perasaan ingin dihargai, dan dicela, ingin melakukan persaingan atau kompetisi, ingin mendapat hadiah dan hukuman, serta ingin mengetahui kemajuan belajar, Misalnya seperti seseorang yang belajar karena besok paginya akan menghadapi ujian dengan harapan mendapat nilai yang baik atau tujuan lain. Pada dasarnya motivasi ekstrinsik ini bukan merupakan perasaan atau keinginan yang ada dalam diri siswa untuk belajar, melainkan karena  faktor dari luar.
Pada dasarnya motivasi yang dikehendaki adalah timbulnya motivasi intrinsik dalam diri siswa, akan tetapi motivasi ini tidak mudah dan tidak selalu dapat timbul. Oleh karena itu, seorang guru mempunyai tanggung jawab untuk membangkitkan motivasi ekstrinsik sehingga proses pengajaran dapat berjalan dengan lancar. Rahayu dalam Dimyati (2002:91) menyatakan bahwa motivasi ekstrinsik dapat berubah menjadi motivasi intrinsik, yaitu pada saat siswa menyadari pentingnya belajar, dan ia akan belajar dengan sungguh-sungguh tanpa disuruh orang lain. Jadi, tujuan/sasaran menimbulkan motivasi ekstrinsik siswa adalah untuk menimbulkan motivasi intrinsik dalam diri peserta didik (siswa).
3.4 Fungsi Motivasi
Motivasi merupakan sarana pendorong seorang individu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Hamalik (2003:161) menyebutkan 3 (tiga) fungsi motivasi, yaitu:
a.       Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.
b.      Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan kepencapaian tujuan yang diinginkan.
c.       Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
Dengan meningkatnya motivasi belajar siswa akan berpengaruh terhadap hasil belajar atau prestasi belajar siswa secara optimal. Menurut Sardiman (2005:84) hasil belajar atau prestasi akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Apabila siswa memiliki tujuan yang telah diperhitungkan dengan matang, maka ia akan mempunyai motivasi yang besar untuk mencapai tujuannya dalam kegiatan yang dilakukannya.
Dalam proses belajar mengajar, motivasi diperlukan untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Selanjutnya Dimyati (2002:85) menyatakan bahwa motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut:
a.       Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.
b.      Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya.
c.       Mengarahkan kegiatan belajar.
d.      Memperbesar semangat belajar.
e.       Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja yang berkesinambungan; individu dilatih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa sehingga dapat berhasil.
Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa bermanfaat bagi guru, yaitu sebagai berikut:
a.       Membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil.
b.      Mengetahui dan memahami bahwa motivasi belajar siswa di kelas beragam, sehingga guru dapat menggunakan bermacam strategi belajar mengajar dengan tepat.
c.       Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti sebagai penasihat, fasilitator, instruktur, teman diskusi, penyemangat, atau pendidik.
Dari keterangan di atas, dapat dikemukakan bahwa motivasi penting untuk disadari dan dimiliki oleh pelakunya sendiri (siswa) karena apabila motivasi disadari oleh pelakunya maka suatu pekerjaan, dalam hal ini tugas belajar akan terselesaikan dengan baik sehingga dapat mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu hasil atau prestasi belajar. Selain itu, motivasi belajar siswa juga penting diketahui oleh guru sehingga guru dapat merencanakan sebuah rekayasa pembelajaran yang dapat merangsang minat siswa guna membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa.


Top