Minggu, 19 November 2017

Team Volly Putra Akuntansi Melaju Kebabak Semifinal


Malang, Jawa Timur, Indonesia - Berita baik kembali datang dari Team Volly Putra Akuntansi, Team Volly PutravAkuntasi berhasil meraih kemenangan melawan Team Volly Putra HMPT(Prodi Peternakan)dalam pertandingan yang berlangsung tadi malam (18/11).

Dari segi permainan dan kualitas pemain dari kedua team yang bertanding tadi malam cukup seimbang, sehingga membuat jalannya pertandingan cukup sengit, itu bisa kita lihat dari setiap perolehan angka dari setiap set.

Di set yang pertama, Team Volly Putra HMPT cukup menang telak dengan meraih angka yang cukup jauh dengan skor 13-25. Mungkin semua penonton melihat dari angka dari kedua tim sudah mulai berpirasat kalau HMPT yang akan memenangkan pertandingan malam itu, karena dengan pembukaan set pertama saja sudah menang telak. Setelah berlangsungnya set pertama, Team Volly Putra Akuntansi memulai set kedua dengan sedikit semangat dan optimis , sehingga pertandingan sangat ketat dari segi perolehan angka, akan tetapi dengan semangat dan ke optimisan Anak Putra Akuntansi mereka berhasil meraih kemenangan dengan selisih 2 angka saja, yaitu 25-23. Peluit tanda Set ketiga sudah dibunyikan, set ketiga ini cukup berlangsung sangat lama di bandingkan dengan set 1,2.
Dalam set ini ada sedikit kejadian yang mungkin karena terbawa suasana antara kedua Official dan Suporter kedua tim, kejadian itu bisa dibilang tidak mengenakan karena disebabkan oleh suporter dari Tim HMPT menendang bola yang keluar dari garis line, hampir dan untung tidak mengenai pemain Akuntansi, Sehingga hampir membuat Official dan Suporeter Akuntansi terpancing emosinya. Setelah kejadian itu, pertandingan dilanjutkan, dan set ketiga berakhir deangan perolehan angka 30-28 dimenangkan oleh Team Volly Putra Akuntansi, Set yang ke empat berlanjut, tensi dari kedua team yang tidak turun, perputaran angka yang sangat tipis, sehingga terjadi set robel lagi, di set ini team Akuntansi bisa dibilang diunggulkan karena suporter  dari team akuntansi memberikan semangat yang luar bisa, dengan cara berteriak memberikan dukungan penuh kepada Team Akuntansi yang bermain, sedangkan suporter dari Team HMPT hanya bisa terdiam, mungkin karena ulah yang mereka lakukan tadi. Pertandingan berakhir dengan Skor 27-25, yang dimana pertandingan dimenangkan oleh Team Volly Putra Akuntansi.

Kemangan yang diraih itu, membuat Team Volly Putra Akuntansi berhasil lolos kebabak Semifinal, untuk lawan di babak semifinal masih menunggu dari panitia acara.

Jadi intinya, dari pertandingan semalam membuktikan bahwa kebersamaan bisa menimbulkan semangat yang sangat luar bisa, saya dari admin (humas HIMAKA) mewakili semua pemain berterimakasih kepada semua teman-teman yang sudah memberikan semangat buat para teman-teman yang bermain dan jangan lupa untuk pertandingan di babak semifinal kalau bisa lebih semangat lagi.

BRAVO HIMAKA dan Salam Olahraga

(Feri Arianto/Humas Himaka)


Terima Kasih Kepada google.com , google.co.id , Bing , Yahoo
from HIMAKA UNITRI http://www.himakaunitri.com/2017/11/team-volly-putra-akuntansi-melaju.html
Terima Kasih Telah membaca Team Volly Putra Akuntansi Melaju Kebabak Semifinal pada blog kami Bangsa Jurnal , semoga bermanfaat bagi kita semua

Rabu, 15 November 2017

Derbi Fakultas Ekonomi Akuntasi vs Manajemen

Team Putri Akuntansi dan suporternya. DOC
HIMAKA, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang - setelah lolos dari babak penyisihan kini team putri dari Akuntansi melawan tetangga sebelahnya yaitu Manajemen dalam pertandingan yang bertajuk "derbi fakultas ekonomi" (14/11).
Pertandingan ini sempat terhenti karena kendala turunnya hujan, yang sebenarnya pertandingan itu dilaksanakan di jam 17.15 wib diundur ke jam 21.00 wib. tapi itu semua tidak tidak berpengaruh kepada para pemain Akuntansi, sehingga pertandingan tersebut masih bisa dilaksanakan.
Para pemain dari Akuntansi Putri: Priskila M, Irma B, Maria YE, Dewi RS, Andriyani CB, Yosia Ej, Thesa, dan Luisana Wesi.
Aksi spiker Akuntansi.DOC
Dalam pertandingan bertajuk derbi Fakultas Ekonomi tersebut Akuntansi sempat kalah diset pertama dengan skor 25-27, karna saat teamnya Manajemen mampu membalikan keadaan setelah tertekan dan diunnguli lebih dulu Akuntansi. Berjalan set kedua team Akuntansi terus menggempur pertahanan dari Manajemen sehingga pada set kedua Akuntansi memperoleh jarak skor yang cukup jauh yaitu 25-12. Diset ketiga Manajemen mulai bangkit lagi setelah jauh ketinggalan sehingga terjadi robel set pada set ini. Akan tetapi, untungnya Team Putri Akuntansi mampu mempertahankan skor dan mampu mengambil set ketiga tersebut dengna skor 26-24.
Diset keempat tensi pertandingan kembali naik sehingga suporter dari team Akuntansi selalu meneriakan yel-yelnya mereka, dengan semboyan yang terpampang di banner mereka "LOYALITAS TANPA BATAS". Diset ini pula dengan mudahnya Team Akuntansi memperoleh poin dan memenangkan pertandingan dengan skor 25-14, sehingga Team Akuntansi berhak melaju ke semifinal.
Di akhir pertandingan kami dari meminta salah satu suporter untuk berkomentar mengenai pertandingan tadi malam. Dia mengatakan "Ini Akuntansiyang loyalnya tiada batas dan wajar kalau Akuntansi menang karna kami sudah mendukungnya, kalah menang kami tetap Akuntansi" (14/11).
Kini Team Akuntansi Putri sudah beranjak ke semifinal hanya tinggal menunggu team dari Putra Akuntansi apakah bisa mengikuti jejak dari team putri. (feri)



Terima Kasih Kepada google.com , google.co.id , Bing , Yahoo
from HIMAKA UNITRI http://www.himakaunitri.com/2017/11/derbi-fakultas-ekonomi-akuntasi-vs.html
Terima Kasih Telah membaca Derbi Fakultas Ekonomi Akuntasi vs Manajemen pada blog kami Bangsa Jurnal , semoga bermanfaat bagi kita semua

Sabtu, 11 November 2017

Team Volly Putra HIMAKA Menang 2-1 Atas Komunikasi

Team Volly Putra HIMAKA Menang 2-1 Atas Komunikasi

Senin, 06 November 2017

Daftar Nama Kelompok Kelas D terbaru Mata kuliah Pancasila

Daftar Nama Kelompok Kelas D terbaru Mata kuliah Pancasila



Terima Kasih Kepada google.com , google.co.id , Bing , Yahoo
from HIMAKA UNITRI http://www.himakaunitri.com/2017/11/blog-post.html
Terima Kasih Telah membaca Daftar Nama Kelompok Kelas D terbaru Mata kuliah Pancasila pada blog kami Bangsa Jurnal , semoga bermanfaat bagi kita semua

Minggu, 05 November 2017

Team B Volly Putri HIMAKA Menang 2-1 Atas Agribisnis

Team B Volly Putri HIMAKA Menang 2-1 Atas Agribisnis

Kamis, 02 November 2017

HIJAUAN MAKANAN TERNAK

Sering di temukan sapi keracunan karena kesalahan dalam pemberian makanan, akibatnya sapi sakit dan dalam tingkat lanjut sapi bisa mati. Maka peternak perlu mengetahui macam-macam hijauan makanan ternak yang tidak berbahaya bagi ternak. Potensi wilayah Indonesia yang subur menjadikan peluang peningkatan produksi ternak melalui penanaman hijauan sebagai pakan ternak. Yang dimaksud hijauan adalah segala macam hijauan dari tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan oleh ternak tanpa mengganggu kesehatan ternak tersebut. Hijauan pakan ternak ini dibagi dalam 4 jenis yaitu : bangsa rumput-rumputan, bangsa leguminosa (kacang-kacangan), jerami dan hijauan lainnya.

1.      BANGSA RUMPUT-RUMPUTAN
Rumput merupakan bagian yang terpenting dari hijauan makanan ternak, karena beberapa alasan antara lain : (1) rumput mudah didapat dan dapat tumbuh dimana-mana (2) dapat tumbuh dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak, (3) mengandung semua zat makanan yang diperlukan dalam tubuh hewan, (4) dapat diberikan kepada ternak dalam jumlah yang banyak, (5) dapat diawetkan dan disimpan dalam waktu yang lama.
Rumput didaerah tropis memiliki mutu yang lebih rendah dibandingkan dengan rumput didaerah sub tropis, karena rumput di daerah tropis lebih cepat tua. Menurut cara tumbuhnya rumput dapat dibedakan menjadi dua : a. rumut liar (rumput alam) yaitu rumput yang dapat tumbuh dimana-mana tanpa di tanam dan dipelihara manusia, b. rumput tanaman yaitu rumput yang ditanaman manusia, rumput tanaman dibagi menjadi dua yaitu rumput potong dan rumput lapangan. Rumput potong yaitu rumput yang ditanam manusia umumnya terdiri dari rumput unggl dengan mutu yang tinggi, ditanaman dengan sengaja sebagai makanan ternak. Sedangkan rumput lapangan adalah rumput yang ditanaman manusia tetapi tidak dipotong, melainkan ternak sengaja di lepas untuk makan rumput di lapangan tersebut, rumput lapangan tersebut harus memailiki sifat-sifat yaitu tahan terhadap injakan, tumbuh dengan cepat, tumbuh mendatar atau vertikal tetap[i rendah,  dapat bersaing dengan rumput liar dan tahan terhadap kekeringan.

Beberapa macam rumput potong unggul antara lain :
a.      Rumput gajah (Pennisetum purpureum), disebut juga dengan rumput Uganda, rumput Napier. Berasal dari Afrika tropis, dengan sifat sifat sebagai berikut : (1) Tumbuh tegak membentuk rumpun mirip tebu dengan ketinggian mencapai 2-3 meter, (2) Berumur panjang, batang tebal dan keras, (3) Dapat tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan, (4) Tahan terhadap kekeringan, tidak tahan terhadap genangan air, (4) Menghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Pemotongan rumput ini dilakukan setiap 40 hari sekali pada musim penghujan dan 80 hari sekali pada saat musim kemarau. Rumput di remajakan kembali jika sudah berumur 5-7 tahun, perbanyakannya dapat dilakukan dengan stek batang dan sobekan rumpun. Hasil hijauan berkisar antara 200-300 Ton hijauan segar/ Ha/ tahun.
rumput gajah
b.      Rumput benggala (Panicum maximum), daerah asal Afrika tropis dan Sub tropis. Sifat-sifat rumput benggala yaitu : (1) Tumbuh tegak membentuk rumpun dengan tinggi mencapai 1-1,8 meter, (2) daun lebih halus dibandingkan rumput gajah, (3) tumbuh baik pada daerah dataran rendah hingga ketinggian 1959 mdpl, (4) tahan kekerangan, tahan lindungan, tidak tahan terhadap genangan air. Pemotongan rumput ini dilakukan seriap 40 hari-60 hari sekali, peremajaan kembali setelah 5-7 tahun, rumput dapat diperbanyak dengan sobekan rumpun dan biji. Produksi hijauan 100-500 Ton/ Ha/ tahun.
Panicum maximum sumber : http://tropical.theferns.info
c.       Rumput Australia ( Paspalum dilatatum), berasal dari daerah Amerika Selatan dengan sifat-sifat sebagai berikut : (1) Tumbuh tegak, menyebar, berdaun pendek, ketinggian mencapai 175 cm, (2) Tumbuh baik pada tahan-tanah berat, (3) Tahan kekeringan, (4) Pada umur tua menjadi keras dan tidak disukai ternak. Perbanyakan tnaman dapat dilakukan dengan biji, stek dan sobekan rumpun. Produksi yang dihasilkan kurang lebih 90 Ton/Ha/ Tahun.
d.      Rumput Padi (Setaria sphacelata). Daerah asalnya adalah Afrika Selatan dan Afrika Timur. Rumput ini memiliki sifat-sifat sebagai berikut (1) tumbuh membentuk rumpun, (2) ketinggian mencapai 1,5-2 meter, (3) sangat disukai ternak, daun lunak dan halus, (4) dapat hidup baik pada tanah sedang dan berat, tumbuh baik pada tanah lembab, (5) tahan kekeringan dan genangan air. Varietas lain dari rumput ini adalah Setaria itallaca, Setaria sphendida. Perbanyakan tanaman ini dilakukan dengan biji (4-11 Kg/Ha), stek dan sobekan rumpun. Produksi hijauan kurang lebih 80 Ton/Ha/Tahun hijauan segar.
Setaria sphacelata, sumber : http://www.fastonline.org
e.      Rumput Mexico atau disebut juga Rumput teosinte (Euchcaena mexicana). Daerah asalnya adalah Amerika Tengan dan Mexico. Sifat-sifat rumput ini antara lain : (1) tumbuh tegak, batang daun daunnya lebar mirip tanaman jagung, (2) ketinggian tanaman mencapai 2,5-4 meter, (3) tumbuh baik pada daerah-daerah lembab yang tanahnya subur. Tanaman dapat diperbanyak dengn cara stek, dan sobekan rumput. Produksi hijauan kurang lebih 70-80 Ton/Ha/tahun rumput segar.

Beberapa macam rumput Lapangan :
Rumput lapangan ini biasanya terdiri dari campuran bermacam-macam rumput yang hidup bersama dalam suatu lapangan penggembalaan. Kandungan protein rumput lapangan golongan Cyperaceae lebih tinggi dibandingkan golongan Graminae, tetapi rumput golongan Graminae lebih unggul dibandingkan Cyperaceae, hal ini disebabkan karena lebih disukai ternak, daya cernanya lebih tinggi dan lebih banyak menghasilkan hijauan.
a.      Golongan Graminae
1)      Brachiaria decumbens (rumput bede atau Signal grass) berasal dari Afrika tropis, dengan sifat sifat (1) tumbuh mejalar dengan membentuk stolon, (2) membentuk hamparan ebat setinggi 80-150 cm, (3) daun berbulu agak halus dan kasar, warna hijau gelap, (4) tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 1200 mdpl, (5) sangat tahan terhadap penggembalaan berat. Rumput jenis ini dapat ditanam bersama dengan Leguminosa, perbanyakannya dapat dengan sobekan rumpun dan biji (2-4 Kg/Ha). Produksinya kurang lebih 80 Ton/Ha/Tahun.
2)     Brachiaria ruziziensis (Rumput ruzi). Daerah asal rumput ini adalah Congo, Afrika dan Kenya. Sifat-sifat rumput ini : (1) tumbuh menjalar dengan membentuk stolon setinggi 90 cm, (2) daun ditutup bulu-bulu, (3) tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 1000 mdpl, (4) tumbuh baik pada struktur tanah sedang. Rumput ini dapat ditanam dengan biji dan sobekan rumpun. Hasil hijauan sekitar 70-100 Ton/Ha/Tahun hijauan segar.
3)     Brachiaria mutica (para Grass/ rumput para/ Kolonjono). Daerah asal rumput ini adalah Afrika tropik. Sifat-sifat rumput ini adalah : (1) bisa sebagai rumput potongan dan padang penggembalaan dengan sistem rotasi, (2) tumbuh tegak membentuk rumpun lebat setinggi 60-90cm, (3) menjalar dengan stolon, tekstur agak kasar, (4) tumbuh baik pada dataran rendah hingga ketinggian 1000mdpl, (5) butuh tnah sedang hingga berat, (6) tumbuh baik di tepi sungai dan di dalam air yang mengalir, (7) pertumbuhan terhambat pada musim kemarau, (8) tidak tahan penggembalaan berat, (9) penggembalaan paling baik jika rumput telah berumur 1 tahun. Perbanyakan tnaman dengan biji (2-4,5 Kg/Ha), sobekan rumpun dan stek batang. Hasil hijauan antara 70-200 Ton/ha/tahun.
4)     Cynodon dactylon (Rumput bermuda). Daerah asal rumput ini adalah di seluruh dunia daerah tropis. Sifat-sifat rumput ini adalah (1) sebagai tanaman padang rumput permanen, (2) berdaun halus membentuk kumpulan hijauan yang lebat, batang yang berbunga dapat mencapai ketinggian 10-70 cm, (3) dapat tumbuh pada daerah yang berpasir hingga berlempung , (4) tahan musim kering tetapi hasil hijauan sedikit, (5) tahan penggembalaan dan injakan. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji, potongan stolon dan rhisome.
5)     Cynodon plectostachyus (Rumput afrika). Berasal dari Afrika Timur. Rumput ini memiliki sifat-sifat (1) tumbuh menjalar dengan stolon dengan ketinggian 60-100 cm, (2) daun berbulu dan lebar, (3) tumbuh baik pada semua jenis tanah, (4) tahan injakan dan penggembalaan berat. Perbanyakannya dapat menggunakan potongan stolon dan rhisome.
6)     Digitaria decumbens (Rumput Pangola). Daerah asal rumput ini adalah Afrika Selatan. Sifat-sifat rumput ini adalah (1) dapat sebagai rumput potongan dan penggembalaan, (2) tumbuh menjalar dengan stolon membentuk hamparan, tinggi 60-120 cm, (3) berdaun halus, (4) tumbuh baik pada ketinggian 200-300 mdpl, (5) tumbuh baik di berbagai macam tanah, (6) tidak tahan penggembalaan berat terus menerus.
7)     Digitaria sanguinalis (Rumput cakar ayam). Rumput ini tumbuh dimana-mana dari dataran rendah hingga ketinggian 1800 mdpl. Rumput ini digemari oleh semua jenis ternak herbivora.
8)    Paspalum conyugatum/ Axonopus compresus (Rumput pahit). Rumput ini berasal dari Amerika tenggara, India barat, Amerika Tengah dan Amerika selatan bagian tropik. Sifat rumput ini adalah (1) berakar dangkal, tinggi dapat mencapai 20-60 cm, (2) tumbuh baik di tanah berpasir dan campuran tanah liat, mineral dan pasir, (3) tahan terhadap genangan air, (4) tahan penggembalaan dan pemotongan yang pendek. Perbanyakan tanaman dengan bungkul-bungkul akar.

b.      Golongan Cyperaceae
Pada umumnya rumput golongan ini kurang disukai ternak, hal ini disebabkan karena golongan rumput ini agak keras. Beberapa contoh rumput golongan cyperaceae:
1)      Cyperus rotandus/ rumput teki
2)     Kyllinga monocephala
3)     Fimbristylis annua
4)     Carex remota

2.     BANGSA LEGUMINOSA (KACANG-KACANGAN)
Daun-daun leguminosa mempunyai peranan penting dalam penyusunan ransum pokok hidup bagi ternak/hewan herbivora, disamping pemberian hijauan lainnya. Karena tanpa hijauan Leguminosa dalam ransum, umumnya kurang memenuhi syarat. Dari semua hijauan segar yang ada, golongan leguminosayang mempunyai kadar protein tertinggi dan susunan kebutuhan zat makanan yang cukup lengkap. Golongan leguminosamempunyai kandungan mineral terutama Ca dan P yang tertinggi diantara golongan hijauan segar yang lain. Kecuali itu pada kenyataannya daun-daunan Leguminosa sangat digemari ternak herbivora.
Tetapi walaupun demikian golongan Leguminosa  belum dapat seluruhnya menggantikan rumput, hal ini disebabkan :
a.      Golongan Leguminosa belum dapat menghasilkan hijauan dalam jumlah yang banyak dan secara terus-menerus, sehingga paling banyak hanya dapat digunakan sebagai tambahan disamping rumput sebagai ransum pokok hidup.
b.      Banyak dari golongan Leguminosa dimanfaatkan manusia baik itu dipetik daunnya atau buahnya sebagai sayuran
c.       Banyak jenis Leguminosayang susunan zat makanannya sangat baik, tetapi tidak dapat diberikan dalam jumlah banyak karena mengandung racun (toxid, alkaloid, HCN). Yang kesemuanya itu dapat mengganggu pencernaan, susunan syaraf , dan dapat pula mengakibatkan kematian pada ternak yabng memakannya.
 Melihat dari uraian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahawa rumput masih tetap memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan hidup bagi ternak Herbivora. Beberapa leguminosa yang penting sebagai penghasil hijauan segar antara lain :
a.      Calopogonium muconoides (Kalopo). Daerah asalnya adalah Amerika Selatan, leguminosa ini memiliki sifat-sifat : (1) tumbuh menjalar dan memanjat, membentuk hampatan tinggi mencapai 30-50 cm, (2) batang lunak dan ditutupi bulu-bulu panjang berwarna cokelat, (3) berdaun tingga setiap tangkai daun, (4) tumbuh baik pada ketinggian 200-100mdpl, (5) tidak tahan terhadap genangan air, tahan terhadap lindungan, (6) tidak tahan penggembalaan berat, (7) tanaman mulai dapat dipotong pada tahun ke dua. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji (3 Kg/ha) dan stek. Produksi hijauan sekitar 8-24 Ton/Ha/ 2kali potong.
b.      Centrosoma pubescens (Centro), daerah asal tanaman ini adalah Amerika Selatan bagian tropik. Sifat-sifat dari leguminosaini adalah : (1) digunakan sebagai tanaman sela pencegah erosi, (2) tumbuh menjalar memanjat dan membelit, (3) batang agak berbulu dan berkayu, berdaun tiga pada setiap tangkai daun, bentuk helai daun oval atau agak elips, (3) tumbuh baik pada ketinggian 0-100 mdpl, (4) tumbuh baik pada struktur tanah sedang hingga ringan, (5) agak tahan kering dan tahan asam, (6) pada pertumbuhan awal tidak tahan terhadap lindungan. Perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji (3-5Kg/Ha) biji terlebih dahulu direndam dahulu dengan air hangat kuku kurang lebih 30 menit. 
c.       Stylosanthes guyanensis. Daerah asal tanaman ini adalah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, leguminosa ini memiliki sifat-sifat : (1) tumbuh tegak, agak rebah dan membentuk rumput berdaun lebat, (2) berdaun tiga setiap tangkai daun, daun relatif kecil berbentuk elips, sempit agak panjang dan berbulu, (3) tumbuh baik pada berbagai macam tanah, tumbuh baik pada ketinggian 0-100 mdpl, (4) tahn kering dan tidak tahan terhadap lindungan. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji (1-5Kg/Ha) dan stek dari tanaman yang telah berumur 3 tahun.
d.      Stylosanthes humilis. Daerah asalnya adalah Amerika Selatan tropik. Leguminosa  ini memiliki sifat –sifat : (1) sebagai tanaman padang penggembalaan, (2) tumbuh pendek kuang lebih 60 cm, (3) berdaun tiga sempit memanjang dan runcing, (4) agak tahan kering dan tidak tahan genangan air.
e.      Vigna sinensis (kacang panjang). Daun kacang panjang termasuk hijauan leguminosa yang tinggi kandungan zat makanannya, banyak mengandung protein dan kalsium. Tetapi tidak dapat disediakan dalam jumlah banyak karena dibutuhkan manusia.
f.        Stylosanthes grassillis. Tanaman ini tahan kering dan mampu memproduksi hijauan 40-60 Ton/Ha/tahun.
g.      Leucaena glauca (lamtoro atau petai cina). Sangat disukai ternak ruminansia, tetapi pemberiannya perlu dibatasi karena adanya racun yang dikandungnya (disebut memotoxin). Pemberiannya tidak boleh melebihi 10% dari jumlah seluruh ransum yang diberikan, jika melebihi akan menyebabkan kerontokan bulu.
h.     Leucaena leucocephalla (lamtoro gung). Bedanya dengan Leucaena glauca ialah pada Leucaena leucocephalla tumbuhnya lebih pendek, rantingnya lebih halus dan hasil hijauannya lebih banyak.
i.        Macroptilium antropurpureum (Siratro). Tanaman ini memiliki sifat-sifat (1) tumbuh menjalar dan memanjat, berdaun tiga pada setiap tangkai, kedua helai daun mempunyai lekukan yang khas, (2) warna daun hijau gelap, permukaan atasnya agak berbulu, dapat tumbuh pada berbagai macam tanah, (3) tumbuh paling baik pada temperatur lebih dari 21 derajad celcius, (4) tahan terhadap penggembalaan berat dan kekeringan, (5) perbanyakan tanaman dengan biji (1-3Kg/Ha).
j.        Macroptilium lathyroides dan Macroptilium axillare
k.      Sesbania grandifora (Turi). Tanaman ini dapat tumbuh dimana-mana, tahan terhadap kekeringan, disukai oleh semua ternak herbivora, terutama kambing dan domba. Hasil hijauannya sedikit. Ada dua jenis turi yaitu turi merah dan turi yang berbunga putih. Turi yang berbunga putih memiliki kadar protein lebih tinggi daripada turi yang berbunga merah.
l.        Desmodium heterophyllum, Desmodium intortum dan Desmodium uncinatum. Ketiga jenis leguminosa tersebut memiliki banyak kesamaan. Dapat tumbuh baik disegala jenis tanah, didaerah tropik dan subtropik. Ciri khas dari desmodium adalah anak-anak daun berbintik-bintik cokelat merah sampai ungu.
m.   Glycine wightii/Glycine javanica. Tumbuh baik di daerah tropik dan subtropik, lebih tahan kering dibandingkan dengan jenis desmodium. Tetapi membutuhkan tanah yang subur ddengan drainase baik. Tidak tahan terhadap genangan air dan tidak dapat hidup pada tanah masam.
n.      Medicago sativa.  Jenis leguminosa ini banyak mengandung protein dengan susunan zat makanan yang sangat lengkap, disamping itu mengandung vitamin B kompleks. Kadar toxinnya demikian rendah, hampir tidak berpengaruh terhadap ternak yang memakannya
o.      Crotalaria usaramoensis. Tumbuh baik di daerah persawahan, disukai oleh ternak herbivora, terutama kambing dan domba. Tidak boleh diberikan terlalu banyak karena mengandung alkaloid.

3.     HIJAUAN LAINNYA
Hijauan segar dari tanaman lain hanyalah merupakan hijauan tambahan pada saat-saat kedua golongan diatas mulai sukar diperoleh, terutama pada musim kemarau yang panjang. Sebagai contoh beberapa tanaman hijauan lain yang masih dapat diberikan sebagai makanan ternak adalah :
a.      Hisbiscus tiliacus (waru). Disenangi oleh kambing dan domba.
b.      Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu)
c.       Urena lobata (pulutan)
d.      Artocarpus integra (nangka)
e.      Musa sapientum (pisang). Baik untuk herbivora, terutama kambing, domba dan kuda. Daun-daun muda baik sekali diberikan untuk ayam dan itik. Batangnya sering pula diberikan untuk ternak babi.
f.        Manihot utilissima (ketela pohon). Daun yang tidak terlalu tua digemari kambing, domba serta ternak herbivora yang lain, daun harus dilayukan terlebih dahulu bisa dengan di jemur agar ternak tidak kembung. Tepung daun singkong juga bisa diberikan pada unggas.
g.      Ipomea batatas (ubi jalar). Daunnya terutama baik untuk uggas dan babi.
h.     Ipomea reptans (kangkung). Banyak mengandung mineral.
i.        Limnocharis flava (genjer)


1.      JERAMI
jerami padi
Jerami adalah isa tanaman setelah diambil hasilnya. Sisa tanaman tersebut dapat berupa batang, daun baik yang masih hijau segar maupun yang sudah menguning, tetapi masih dapat diberikan kepada ternak. Jarami yang sering diberikan sebagai makanan sapi adalah : jerami padi, jerami jagung, jerami sorgum, jerami kacang tanah, jerami kedelai, atau jerami bangsa kacang-kacangan yang lain. Jerami merupakan limbah/sisa, oleh karena itu nilai makanannya jauh menurun. Kadar serat kasarnya tinggi sedangkan kadar zat-zat makanan lainnya rendah terutama kadar proteinnya. Pada umumnya kurang disukai ternak, karena texturnya yang kasar. Pemberian jerami pada ternak bertujuan untuk menambah jumlah makanan atau menambah volume makanan, pada umumnya jerami diberikan pada ternak ruminansia, untuk menaolong perncernaan jerami di potong-potong dahulu sehingga akan lebih mudah dalam pengunyahannya. Peningkatan mutu jerami padi dapat dilakukan dengan membuat menjadi tape jerami/fermentasi, amonisasi jerami dan silase.



Terima Kasih Kepada google.com , google.co.id , Bing , Yahoo
from pemuda tani http://debbyeka.blogspot.com/2017/11/hijauan-makanan-ternak.html
Terima Kasih Telah membaca HIJAUAN MAKANAN TERNAK pada blog kami Bangsa Jurnal , semoga bermanfaat bagi kita semua

Rabu, 01 November 2017

TUJUAN PENYULUHAN PERTANIAN

Hal yang harus dimilikin oleh seorang penyuluh pertanian adalah mengerti tujuan dari penyuluhan yang dilakukan tersebut serta apa yang harus dihasilkan dari kegiatan penyuluhan tersebut. Ini merupakan salah satu kunci sukses keberhasilan penyebar luasan informasi melalaui penyuluhan. Kunci sukses yang lainnya adalah mengetahui bagaimana sasarn tersebut menerima informasi dan belajar serta bagaimana cara mengkomunikasikan informasi, mengajar dan mempengaruhi sasaran sehingga dapat diterima dan dilaksanakan oleh sasaran penyuluhan. Tujuan dari penyuluhan pertanian ini diambil dari pengertian penyuluhan yaitu untuk memberikan “terang” kepada sasaran penyuluhan. Terang disini dimaksudkan bahwa kegiatan penyuluhan adalah usaha untuk meningkatkan usaha sasaran serta memperbaiki usaha yang telah dilakukan sasarna supaya bisa berjalan lebih baik dan memberikan manfaat.
kegiatan penyuluhan pemanfaatan pekarangan
Penyuluhan pertanian mempunyai dua tujuan yang akan dicapai yaitu tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Tujuan jangka pendek adalah menumbuhkan perubahan-perubahan yang lebih terarah pada usaha tani yang meliputi perubahan pengetahuan (hal-hal yang diakui), sikap (mental) dan tindakan petani berserta keluarganya (kebiasaan dalam melakukan sesuatu) melalui peningkatan pengetahuan, keterapilan dan sikap. Dengan berubahnya perilaku petani dan keluarganya, diharapkan dapat mengelola usahataninya dengan produktif, efektif dan efisien.
Dalam proses pembelajaran inhern tersebut terdapat proses-proses lain yang terjadi secara simultan yaitu : (1) proses komunikasi persuasif, yang dilakukan penyuluh dalam memfasilitasi sasaran (pelaku usaha dan pelaku utama/petani) berserta keluargaanya guna membantu mencari pemecahan masalah berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan usaha mereka, komunikasi ini sifatnya mengajak dan menyajikan alternatif-alternatif pemecahan masalah, namun keputusan tetap pada sasaran. (2) proses pemberdayaan, maknanya adalah memberikan “kuasa dan wenang” kepada pelaku utama dan pelaku usaha serta mendudukkannya sebagai subyek dalam proses pembangunan pertanian, bukan sebagai obyek sehingga setiap pelaku usaha dan pelaku utama (laki-laki dan perempuan) memiliki ksempatan yang sama untuk : berpartisipasi, mengakses teknologi, mengakses sumberdaya, mengakses pasar dan modal, melakukan kontrol terhadap setiap pengambilan keputusan, dan memperoleh manfaat dalam setiap lini proses dan hasil pembangunan pertanian. (3) proses pertukaran informasi timbal-balik antara penyuluh dan sasaran (pelaku utama dan pelaku usaha). Proses pertukaran informasi secara timbal-balik ini mengenai berbagai alternatif yang dilakukan dalam upaya pemecahan masalah berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan usahanya.
Tujuan jangka panjang yaitu meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan kesejahteraan petani yang diarahkan pada terwujudnya perbaikan teknis bertani (better farming), perbaikan usahatani (better bussines), dan perbaikan kehidupan petani dan masyarakatnya (better living). Untuk mencapai ketiga hal tersebut maka perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang menyangkut :
1.       Perbaikan kelembagaan pertanian (better organization) demi terjalinya kerjasama dan kemitraan antar stakeholders.
2.      Perbaikan kehidupan masyarakat (better community) yang tercermin dalam perbaikan pendapatan, stabilitas keamanan dan politik, yang sangat diperlukan bagi terlaksananya pembangunan pertanian yang merupakan sub-sistem pembangunan masyarakat (community development)
3.      Perbaikan usaha dan lingkungan hidup (better enviroment) demi kelangsungan usahataninya. Tentang hal ini, pengalaman menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia secara berlebihan dan tidak seimbang telaj berpengaruh negetif terhadap produktivitas dan pendapatan petani, serta kerusakan lingkungan hidup yang lain, yang dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan (sustainability) pembangunan pertanian itu sendiri.

Prinsip (pedoman dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan) yang digunakan dalam merumuskan tujuan yaitu SMART :
a.      Specific (khusus), kegiatan penyuluhan pertanian harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan khusus. Kebutuhan tersebut merupakan prioritas dari berbagai kebutuhan yang ada. Keprioritasan ini menyangkut kebutuhan yang urgent (mendesak) dan kebutuhan yang memiliki pengaruh besar dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan lain.
b.      Measurable (dapat di ukur), bahwa kegiatan penyuluhan harus memiliki tujuan akhir yang dapat diukur. Tujuan penyuluhan salah satunya adalah menjadikan perubahan menuju better farming dan better bussiness, berati keberhasilan penyuluhan ini dapat diketahui dengan peningkatan produksi usahatani, yang dinyatakan dengan angka. Jika produksi tidak mengalami peningkatan dibandingkan sebelum dialakukan penyuluhan , maka proses penyuluhan tersebut perlu dikaji ulang.
c.       Actionary (dapat dikerjakan/dilakukan), tujuan dari penyuluhan pertanian tersebut harus mampu dicapai oleh para petani. Penyuluhan dilaksanakan dengan mendasarkan pada kegiatan-kegiatan atau kebiasaan kebiasaan petani dalam melaksanakan usahatani, proses penyuluhan tersebut berusaha memperbaiki dan menghilangkan kebiasaan bertani yang kurang baik atau kurang menguntungkan. Berkaitan dengan hal tersebut maka paket teknologi tepat guna yang akan dikomunikasikan atau disebarluaskan kepada petani harus dapat dengan mudah diterima pateani, demengerti dan dilakukan.
d.      Realistic (realistis), bahwa tujuan yang akan dicapai harus masuk akal, dan tidak berlebihan sehingga sesuai dengan kemampuan yang dimiliki peserta/petani. Program yang dibuat atau direncanakan harus sesuai dengan potensi wilayah dan kemampuan petani.
e.      Time frame ( memiliki batasan waktu untuk mencapai tujuan), ini berarti bahwa dalam waktu yang telah ditetapkan maka tujuan yang ingin dicapai dari penyelenggraan penyuluhan ini harus dapat dipenuhi oleh setiap peserta/petani.



Terima Kasih Kepada google.com , google.co.id , Bing , Yahoo
from pemuda tani http://debbyeka.blogspot.com/2017/11/tujuan-penyuluhan-pertanian.html
Terima Kasih Telah membaca TUJUAN PENYULUHAN PERTANIAN pada blog kami Bangsa Jurnal , semoga bermanfaat bagi kita semua

Top