Jumat, 22 Februari 2019

HOT COFFEE: Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Metho...

HOT COFFEE: Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Metho...

HOT COFFEE: Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Metho...: Penyusutan metode garis lurus adalah salah satu metode yang tesi yang sama dari rmasuk paling banyak diaplikasikan oleh perusahaan per...

from HOT COFFEE https://razzratu.blogspot.com/2019/02/hot-coffee-metode-penyusutan-garis.html
HOT COFFEE: Akuntansi Biaya 1

HOT COFFEE: Akuntansi Biaya 1

HOT COFFEE: Akuntansi Biaya 1: Akuntansi Biaya adalah suatu proses pencatatan keuangan yang didalamnya terjadi penggolongan dan peringkasan atas suatu biaya produksi, pe...

from HOT COFFEE https://razzratu.blogspot.com/2019/02/hot-coffee-akuntansi-biaya-1.html
HOT COFFEE: Akuntansi Biaya Metode Harga Pokok Proses

HOT COFFEE: Akuntansi Biaya Metode Harga Pokok Proses

HOT COFFEE: Akuntansi Biaya Metode Harga Pokok Proses: Metode Harga Pokok Proses adalah metode pengumpulan biaya produksi melalui departement produksi atau pusat pertanggungjawaban biaya, yang...

from HOT COFFEE https://razzratu.blogspot.com/2019/02/hot-coffee-akuntansi-biaya-metode-harga.html
Akuntansi Biaya Metode Harga Pokok Proses

Akuntansi Biaya Metode Harga Pokok Proses

Rabu, 13 Februari 2019

Akuntansi Biaya 1

Akuntansi Biaya 1

Akuntansi Biaya adalah suatu proses pencatatan keuangan yang didalamnya terjadi penggolongan dan peringkasan atas suatu biaya produksi, penjualan produk ataupun jasa menggunakan suatu cara tertentu lengkap dengan penjelasannya.

Akuntansi biaya ini diperlukan untuk pertanggungjawaban kepada pihak ekternal perusahaan seperti investor ataupun kreditur, serta pihak internal (manajemen) perusahaan itu sendiri. Akuntansi biaya sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan, karena data historis yang disajikan dalam pencatatannya akan sangat penting digunakan oleh manajemen dalam mengambil keputusan atau kebijakan di waktu yang akan datang. Dibawah ini ada beberapa pengertian akuntansi biaya menurut para ahli ekonomi:


  1. R. A. Supriyono "Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.
  2. Mulyadi, "Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjulana produk jasa dengan cara cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.
  3. Abdul Halim, "Akuntansi biaya adalah akuntansi yang membicarakan tentang penentuan harga pokok (cost) dari suatu produk yang diproduksi atau dijual di pasar baik untuk memenuhi pesanan dan pemesan maupun untuk menjadi persediaan barang dagangan yang akan dijual.
  4. Schaum, "Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari akuntansi biaya: Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.
  5. Carter dan Usry, "Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.
Fungsi Akuntansi Biaya
  1. Penentuan Harga Pokok, merupakan fungsi akuntansi biaya yang pertama. Jangan sampai harga yang ditawarkan terlalu tinggi ataupun rendah oleh konsumen. Penentuan harga pokok diperoleh dengan cara mencatat, menggolongkan, memonitor, dan meringkas seluruh komponen biaya yang berhubungan dengan proses produksi dari data histori yang dijadikan acuan pihak manajemen dalam penentuan harga pokok produksi.
  2. Perencanaan dan Pengendalian Biaya, dasar yang digunakan dalam estimasi biaya adalah data histori dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang diprediksi akan mempengaruhi biaya. Dalam perencanaan dan pengendalian biaya, pihak manajemen akan memonitor apakah terjadi penyimpangan (ada selisih antara biaya sesungguhnya dengan perencanaan biaya). Jika ada, pihak manajemen akan menganalisis penyebab terjadinya selisih serta mempertimbangkan tindakan koreksi yang memang perlu dilakukan sebagai bentuk pengendalian.
Klasifikasi Beban

Klasifikasi biaya merupakan proses pengelompokan biaya berdasarkan tujuan dari informasi biaya yang disajikan. Untuk memudahkan dalam pencatatan biaya dan menyusun laporan keuangan, serta memberikan gambaran informasi yang akurat kepada pihak manajemen, maka komponen biaya dikelompokan dalam beberapa akun dengan klasifikasi sebagai berikut:

  • Berdasarkan Fungsi Pokok dari Aktivitas Perseroan
  1. Biaya Produksi (Production Cost), akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya-biaya ini meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional barang atau pabrik, dan lain sebagainya.
  2. Biaya Pemasaran (Marketing Expenses), biaya yang harus dikeluarkan untuk memastikan semua produk terbeli oleh konsumen. Contoh dari biaya pemasaran adalah biaya promosi dan iklan yang dilakukan perusahaan.
  3. Biaya Administrasi dan Umum (General Administration Expenses), biaya biaya yang digunkana untuk mengkoordinasikan kegiatan produksi dan pemasaran produk, misalnya biaya gaji karyawan, overhead kantor, dan biaya terkait lainnya.
  • Berdasarkan Kegiatan atau Volume Produksi
  1. Biaya Variabel (Variable Cost), komponen biaya yang berubah ubah sesuai dengan volume produksi yang dihasilkan. Makin besar volume penjualan, makin besar pula biaya yang harus dikeluarkan. Contoh biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dalam pembuatan sepatu. Jika bahan kulit sepatu adalah Rp 2.000 per pasang dan biaya karyawan adalah Rp 500 per sepatu, maka biaya produksi 1 pasang sepatu adalah Rp 2500
          Jika 1 hari = 10 sepatu x 2500 = 25.000
          Jika 1 hari = 20 sepatu x 2500 = 50.000
         Biaya tidak tetap ini disebut variable cost atau biaya variabel
.  
     2. Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya yang selalu konstan dan tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Biaya tetap memiliki dua karakteristik, yaitu biaya tidak berubah atau tidak dipengaruhi oleh periode atau aktivitas tertentu. Dan biaya per unitnya berbanding terbalik dengan perubahan volume. Biaya volumenya rendah maka fixed cost atau biaya tetap tinggi, sebaliknya pada volume yang tinggi biaya tetap per unitnya rendah. Contohnya seperti gaji karyawan toko komputer per bulan adalah Rp 800.000. Jika dalam satu bulan toko tersebut hanya melayani 10x pembelian atau 30x, gaji karyawan tersebut tetap Rp 800.000 . Gaji tetap tersebut yang disebut sebagai fixed cost atau biaya tetap.

  • Berdasarkan Objek yang Dibiayai
  1. Biaya Langsung (Direct Cost),  Biaya yang dapat diidentifikasi langsung berhubungan dengan produksi barang objeknya. Contohnya seperti biaya tenaga kerja langsung dan biaya bahan baku.
  2. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost), Biaya yang tidak dapat diidentifikasi langsung dengan proses produksi secara keseluruhan. Contohnya biaya listrik, penyusutan mesin, upah mandor, dan biaya administrasi pabrik.
  • Berdasarkan Pembebanan Periode Akuntansi
  1. Pengeluaran Modal (Capital Expenditure), Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh aktiva tetap, meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produktif aktiva tetap, serta memperpanjang masa manfat aktiva tetap. Contohnya mesin pabrik yang memiliki penyusutan selama 5 tahun.
  2. Pengeluaran Penghasilan (Revenue Expenditure), biaya biaya yang hanya akan memberi manfaat dalam periode berjalan, sehingga biaya-biaya yang dikeluarkan tidak akan dikapitalisasi sebagai aktiva tetap di neraca, melainkan akan langsung dibebankan sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan di mana biaya tersebut terjadi (dikeluarkan).
Akuntansi biaya merupakan bagian penting dari penghitungan pembiayaan produksi yang akan berdampak pada kelangsungan produksi dan penentuan masa depan strategis bisnis. Untuk menghasilkan sebuah pencatatan akuntansi biaya, tentunya sebuah perusahaan harus memiliki pencatatan setiap transaksi dengan baik dan benar agar terhindar dari salahnya perhitungan dalam penyusunan laporan keuangan.


from HOT COFFEE https://razzratu.blogspot.com/2019/02/akuntansi-biaya-1.html

Sabtu, 08 Desember 2018

Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method)

Penyusutan metode garis lurus adalah salah satu metode yang tesi yang sama dari rmasuk paling banyak diaplikasikan oleh perusahaan perusahaan di Indonesia. Metode ini menganggap aktiva tetap akan memberikan kontribusi yang merata di sepanjang masa penggunannya. Sehingga aset tetap akan mengalami tingkat penurunan fungsi yang sama dari periode ke periode lainnya hingga aktiva tetap tersebut tidak digunakan kembali dalam kegiatan operasional perusahaan.

Perhitungan Penyusutan:


Atau

Contoh Soal Penyusutan Metode Garis Lurus:

Pada tanggal 24 Juli 2000 dibeli sebuah mesin dengan harga perolehan Rp 13.000.000. Usia kegunaaan mesin tersebut ditajsir selama 8 tahun dan nilai residu Rp 1.000.000. Penyusutan tiap tahun penggunaan mesin dari data di atas, dihitung sebagai berikut:


                                     Rp 13.000.000 - Rp 1.000.000
Penyusutan =                              8 Tahun                        =Rp 1.500.000


Beban penyusutan mesin tahun 2009 adalah sebsar :
Karena dari 12 bulan yang ada pada tahun 2000, mesin hanya beroperasi selama 6 bulan, yakni mulai bulan juli hingga bulan Desember. 

 Maka perhitungan Beban penyusutan selama tahun 2000 adalah sebagai berikut: 

Penyusutan = 6/12 x Rp 1.500.000 = Rp 750.000

Jumlah inilah yang dicatat pada tanggal 31 Desember 2000 dengan jurnal penyesuaian sebagai berikut:

 Des 31  (Dr)  Beban Penyusutan Mesin                                     Rp 750.000
                            (Cr)   Akumulasi Penyusutan Mesin                             Rp 750.000

Beban penyusutan mesin untuk setiap periode penggunaannya adalah sebagai berikut:



























































Akumulasi penyusutan mesin setelah habis usia penggunaannya adalah Rp 12.000.000



from HOT COFFEE https://razzratu.blogspot.com/2018/12/metode-penyusutan-garis-lurus-straight.html

Kamis, 06 Desember 2018

Pihak-Pihak Terkait Investasi Saham

Dalam berinvestasi saham ada beberapa pihak pihak yang terlibat.  Pihak yang terlibat dalam aktivitas pasar modal dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
  1. Pengawas Pasar Modal, yaitu OJK
  2. Penyelenggara Bursa, yaitu BEI/IDX
  3. Pelaku Utama Perdagangan Saham, yaitu Underwriter, Broken, Emiten, dan Investor
  4. Lembaga Penunjang, seperti Bank RDI, KPEI,KSEI, SIPF
jSecara rinci, inilah pihak pihak yang berkaitan langsung dengan aktivitas berinvestasi saham:
  1.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga pengawas kegiatan di pasar modal yang memiliki peran sebagai berikut:
  • Mengawasi kegiatan jual beli saham agar tidak menyimpang dari peraturan yang berlaku.
  •  Melakukan pengujian terhadap semua pekerja profesional di pasar modal seperti; broker, manajer investasi, dan lain lain.
  • Memberi izin pada perusahaan yang berkegiatan di pasar modal.
2. Bursa Efek Indonesia/ Indonesia Stock Exchange (BEI/IDX)
   Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah lembaga yang menyelenggarakan aktivitas jual beli saham. BEI adalah bursa resmi indonesia. Bagi perusahaan yang menginginkan Go Public di Indonesia harus melalui BEI. BEI memiliki peran seperti di bawah ini:
  • Mengatur dan menyediakan fasilitas bagi perusahaan sekuritas untuk bertransaksi yang hanya terdaftar sebagai anggota bursa.
  • Mencatat perdagangan, menghentikan perdagangan, dan mencabut efek yang listing di bursa.
  • Memantau kegiatan transaksi untuk melindungi investor dari praktik-praktik yang dilarang  dan bertentangan dengan undang-undang.

3. Emiten / Perusahaan Terbuka
 Emiten adalah perusahaan yang mencari modal dari bursa efek dengan cara menerbitkan efek (saham, obligasu, dan jenis efek lainnya) baik swasta maupun BUMN. Saat ini sudah ada 530 lebih perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan terbuka. Perusahaan-perusahaan itu dibagi menjadi 9 sektor  berdasarkan bidangnya.
 4. Anggota Bursa/ Perusahaan Sekuritas
 Anggota Bursa adalah perusahaan sekuritas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ada 3 peran yang dimiliki anggota bursa diantaranya adalah;
  •  Penjamin Emisi Efek/ Underwriter (PEE), yaitu sebagai pihak yang menjamin emisi efek dari emiten untuk dijual kepada investor. Penjamin emisi dibutuhkan oleh emiten pada saat ingin menerbitkan efek.
  • Perantara Perdagangan Efek/ Broker (PPE) yaitu, sebagai pihak yang membantu investor untuk melakukan jual beli efek. Perantara Pedagang Efek dibutuhkan investor sebagai perpanjangan tangan untuk membeli saham.
  • Manajer Investasi/ Fund manager (MI), yaitu sebagai pihak yang mengumpulkan dana masyarakat, kemudian mengelolanya dalam sebuah portofolio efek.
 Anggota bursa baik secara online maupun offline, berperan sebagai perpanjangan tangan nasabah. Ini diagram mekanismenya:

 5. Bank Administrator Rekening Dana Investor (RDI)
Saat membuka rekening saham, investor akan mengisi 2 jenis formulir yaitu rekening saham, dan rekening dana investor. Bank Administrator RDI inilah yang nantinya akan menampung uang yang tidak terpakai untuk membeli saham.
 6. Lembaga Kliring dan Penjaminan (KPEI)
Lembaga kliring dan penjaminan adalah lembaga yang bertugas mencatat transaksi. Lembaga ini sekarang hanya ada satu di Indonesia yaitu PT Kliring dan Penjamin Efek Indonesia (KPEI). KPEI berperan dalam keamanan dana investasi. Tugasnya adalah memastikan pecatatan sebaik-baiknya dari  ribuan transaksi yang terjadi dalam sehari perdagangan.

7. Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan (KSEI)
 Lembaga ini bertugas untuk menyelesaikan semua transaksi yang dicatat oleh LKP (KPEI). Peran lembaga ini di Indonesia ditandatangani oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). KSEI ini juga di Indonesia juga berperan sebagai Kustodian/ tempat penitipan harta.
 8. Lembaga Proteksi Dana Investor (SIPF)
 Lembaga ini  bertugas mengelola dana perlindungan investor. Peran lembaga ini ditandatangani oleh PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia atau juga dikenal dengan sebutan  Securities Investor Protection Fund. SIPF juga merupakan lembaga penjamin bagi investor yang kehilangan modal di pasar modal. Dana yang dijaminkan pun sebesar Rp 100 juta per modal atau Rp 50 miliar per kustodian.



    from HOT COFFEE https://razzratu.blogspot.com/2018/12/pihak-pihak-terkait-investasi-saham.html

    Top