Rabu, 14 Desember 2011

Pengertian Team Teaching


Berdasarkan pernyataan Curzon (1994:302), team teaching dapat dikatakan pelaksanaan dimana ada dua guru atau lebih yang salaing bekerja sama, berunding, dan menyumbangkan strategi pembelajaran dalam perencanaan, penyampaian, dan penilaian proses pengajaran. Secara harfiah, team teaching dapat diartikan sebagai mengajar bertim (beregu). Istilah bertim (beregu) menggambarkan satu kekompakan antar anggotanya, sehingga tugas-tugas tim menjadi tanggung jawab anggota tim (Wardani, 2001: 4).

 Sedangkan menurut Engkoswara (1988:64), team teaching merupakan strategi mengajar yang dilakukan dua orang guru atau lebih, mengajar siswa yang mempunyai perbedaan-perbedaan baik minat, kemampuan maupun tingkat kelasnya. Serta menurut Arnold B (2001:1), team teaching adalah suatu strategi mengajar secara berkolaborasi yang dilakukan oleh dua orang guru atau lebih, mengajar sejumlah anak yang mempunyai perbedaan baik minat, kemampuan maupun tingkat kelasnya untuk lebih menghidupkan suasana pembelajaran dan mengusahakan pembelajaran yang terbaik sehingga dapat meningkatkan metode pembelajaran pada anak.

Dapat disimpulkan bahwa team teaching merupakan sebuah pengaturan khusus yang melibatkan sedikitnya dua guru dalam perencanaan, penyampaian, dan penilaian kemampuan siswa. Mereka bekerja sama sebagai suatu team, bukan sebagai individu.



2.3 Karakteristik Team Teaching
Menurut Engkoswara (1988:67), ciri-ciri team teaching yang baik antara lain:
1. Setiap anggota tim mempunyai pengertian dan pandangan yang searah tentang pengajaran yang akan dilakukannya.
2. Cukup fasilitas yang diperlukan (ruangan, alat pelajaran) untuk kelompok-kelompok siswa.
3. Masing-masing anggota tim mengambil bagian sesuai dengan minat dan kecakapannya dalam rangka keseluruhan pendidikan.
4. Waktu tim bekerja diatur sebaik-baiknya sehingga tiap anggota mempunyai waktu yang cukup dan memungkinkan untuk mengadakan pertemuan-pertemuan di antara tim.
5. Tim dapat mengelompokan siswa-siswa menurut minat kemampuannya masing-masing. Pengelompokan siswa hendaknya tidak terlalu besar, berkisar antara tiga atau lima orang.
6. Tugas-tugas yang harus diselesaikan siswa-siswa janganlah terlalu sukar, tetapi harus menarik dan mendorong siswa-siswa belajar dan menyelesaikannya.


2.4 Variasi Team Teaching
Wardani (2001:10-19), mengklasifikasikan team teaching berdasarkan pembagian tugas dan tanggung jawab mengajar, antara lain:

a. Semi team teaching (team planning)
Semi team teaching (team planning) merupakan variasi yang paling banyak ditemukan, anggota team teaching melakukan perencanaan bersama akan tetapi mengajarnya sendiri-sendiri. Perencanaan bersama perlu dilaksanakan karena berbagai alasan antara lain:

1) Adanya sejumlah pengajar yang mengajar mata diklat yang sama di kelas yang berbeda, agar penguasaan terhadap pelajaran tidak bervariasi maka materi dan cara penyampaian harus seragam.

2) Adanya mata pelajaran yang mempersyaratkan praktikum, misalnya akuntansi, sehingga kelas dibagi menjadi kelas-kelas yang masing-masing harus dibimbing oleh seorang pengajar, agar prosedur praktikum, teknik pengamatan dan pemberian balikan tidak bervariasi diperlukan perencanaan.

3) Adanya ketumpang-tindihan dan penyimpangan materi sehingga perlu dibuat perencanaan yang mencakup pembagian materi, penyepakatan cara penyampaian dan pemberian nilai atau evaluasi.

b. Team teaching penuh
Team teaching penuh merupakan strategi pengajaran yang dilakukan oleh dua orang guru atau lebih dalam waktu yang sama dan di kelas yang sama. Selama pembelajaran berlangsung, semua orang team teaching berada di kelas yang sama. Team teaching penuh dapat bervariasi sesuai dengan hakikat materi dan kesepakatan anggota tim yaitu sebagai berikut:

1) Satu guru memberikan informasi, guru yang lain memperagakan konsep yang memerlukan peragaan.

2) Anggota tim secara bergiliran memberikan informasi yang merupakan bidangnya masing-masing dan dilanjutkan dengan tanya jawab atau diskusi kelas dengan ditangani oleh semua anggota tim sesuai dengan bidangnya lalu setiap anggota tim melengkapi jawaban dari anggota lain.

3) Salah satu anggota tim memberikan orientasi berupa prosedur kerja untuk praktikum, dibentuk kelompok-kelompok yang dibimbing oleh seorang anggota tim. Setelah praktikum selesai, semua kelompok berkumpul untuk membahas laporan dengan diadakannya tanya jawab.

Selanjutnya, brown (2001:441) juga mengemukakan beberapa model team teaching yang umum: (1) dua orang guru bersama-sama hadir dalam kelas, namun mereka membagi tanggung jawab, (2) dua orang guru bergantian mengajar, dimana salah satu guru akan mundur saat guru lainnya sedang mengajar, dan (3) dua guru atau lebih mengajar pada urutan waktu yang berbeda pada sekelompok siswa dan mereka harus berkolaborasi dalam menyediakan dan memodifikasi rencana pembelajaran.



Top