Selasa, 15 Juni 2010

Kesejahteraan Ekonomi dan Ketidakmerataan

Sebab dari ketidakmerataan (pendapatan) dapat disebabkan oleh keberagaman dalam suatu daerah/wilayah ketika ketidak merataan tersebut ditetapkan, dan juga dapat disebabkan oleh kebhinekaan seseorang. Menguntungkan atau tidak sangat tergantung dari apa yang mereka punya, gabungan dari semuanya dan dapat dilihat dari berbagai perspektif seperti perbedaan konsentrasi contohnya kebebasan, hak, pendapatan, kesehatan, sumberdaya, sembako dsb. Gambaran ketidakmerataan di suatu daerah berbeda dan tidak saling berhubungan satu sama lain. Efek dari ketidakmerataan pendapatan adalah meningkatnya angka kriminalitas , kesenjangan sosial. Kita semiua harus berharap aturan yang ditetapkan pemerintah dapat dilaksanakan seperti seharusnya dan bukan hanya seketar isu politik semata.

Ada 2 pendekatan yang berbeda dilihat dari sudut pandang dan alasan yang berbeda
jika nilai maksimal dari waktu luang dikalkulasikan dari setiap orang yang berbeda, kemudian memerintahkan pencapaian absolud yang dapat dibedakan dari waktu luang masing-masing.
ketika nilai maksimum yang sama diterima semua orang, perbedaan akan timbul dari fakta bahwa persaingan akan jatuh pada titik jenuh , tapi terjadi pada skala proporsional antara pencapaian waktu luang.

Isu kedua mungkin atau mungkin tidak menjadi satu-satunya perantara dalam konteks yang luar biasa dalam level penetapan dari ketidakmerataan di antara individu. Formulasi dari hasil dalam titik proporsional akan terus dikontrol. Isu pertama yang menyebutkan bahwa fariasi setiap individu dalam memaksimalkan potensinya merupakan suatu keanehan yang relevan ketika ketidakmerataan keseimbangan ketetapan ditunjukkan setelah penghapusan 2 pengakuan perbedaan diantara sesama.

Ada 2 program secara implisit yang sering disebut sebagai dasar untuk mengevaluasi ketidakmerataan
penggunaan evaluasi ketidakmerataan untuk menganalisa keadilan sosial dan khususnya untuk memilih struktur dasar masyarakat. Dalam rangka kerja pada umumnya, politik dan etika sosial.
program yang sering disebut penggunaan secara bersama-sama dalam kesejahteraan ekonomi yaitu penaksiran ketidakmerataan dalam konteks analisa kesejahteraan sosial, dengan asumsi bahwa vektor determinan pendapatan pada tingkat kesejahteraan sosial

Untuk mengukur kerugian kesejahteraan social, Hugh Dalton (1920) menggunakan fungsi kesejahteraan menurut keguanaan sederhana. Dalton mengidentifikasikan di tingkat ketidakmerataan suatu pendapatan total dengan persentase rendah jumlah total actual utilitas dari nilai maximal jumlah total yang dihasilkan menembus pemerataan distribusi di pendapatan total dari keseluruhan individu.

Dalam indeks Atkinson (1970) ketidakmerataan terdapat perbedaan dalam mengukur pendapatan dan mengukur keterlibatan kerugian social dalam distribusi pendapatan yang tidak merata dalam pendapatan sama. Atkinson mengukur ketidakmerataan distribusi pendapatan dengan pengurangan persentase pendapatan total yang dapat dijadikan penompang tanpa mengurangi kesejahteraan social. Pada ketidakmerataan lebih, distribusi pendapatan sekarang, lebih mengurangi pendapatan total yang dat menompang tanpa merugikan kesejahteraan social dengan distribusi pemerataan otal yang baru. Di tingkat pemerataan distribusi pendapatan yang sama adalah konsep penting dalam pendekatan Atkinson. Tidak ada kesulitan dalam pendekatan Atkinson untuk merubah bentuk fungsi kesejahteraan sosial, yang sama panjang dengan jaminan yaitu :
kesejahteraan sosial adalah fungsi akhir dari vektor pendapatan.
untuk tiap total pendapatan, pemerataan distribusi harus memaksimalkan distribusi kesejahteraan sosial dengan pendapatan sosial.

Pemerataan distribusi pendapatan yang sama menghubungkan pengukuran ketidakmerataan yang perlu diperhatikan untuk evaluasi kebijakan publik yang sebagian besar diterapkan. Ada beberapa masalah mengenai ketidakmerataaan :
sejak ketidakmerataan baik dalam konten deskriptif maupun normatif, pendekatan normatif murni untuk ketidakmerataan dapat bertentangan dengan arti ketidakmerataan itu sendiri. Pada indeks Atkinson ketidakmerataan yang diidentifikasi kerugian kesejahteraan sosial, yang disebutkan tiap distribusi pendapaan (pada level nol adalah ketidakmerataan). Ketika indeks Atkinson bergerak kebawah dalam arah yang berlawanan, menunjukkan ketidakmerataan pendapatan dan arah sebaliknya, bergerak ke atas menunjukkan ketidakmerataan utilitas.

Isumengenai karakteristik fungsi soial. Atkinson memiih penambahan bentuk, sedangkan dalton memilih khusus fyngsi kesejahteraan sosial menurut kegunaanya dengan tidak mengenai apapun tentang ketidakmerataan distribusinutilitas. Gambaran ini dapat dirubah dengan penambahan bentuk, tetapi masih dalam rangka kerja yang diminta yaitu :
kesejahteraan sosial harus jadi fungsi pendapatan itu sendiri.
Kesejahteraan soail harus dimaksimalkan dengan pemerataan distribusi pendapatan, suatu pendapatan total.

Standart format digunakan dalam kesejahteraan ekonomi dan dalam standart analisa kebijakan publik, penggunaan indeks Atkinson tidak dapat ditambahkan untuk keterbatasan yang sudah saat ini dalam tradisi. Analisa kesejahteraan di ambil bentuk yang berbeda dan evaluasi ketidakmerataan serta keburukan distribusi yang merefleksikan transformasi pondasional dan kebebasan manusia.


Top