Kamis, 15 Desember 2011

Perpustakaan Sebagai Jantung Sekolah


Perpustakaan lazim dikenal sebagai jantung sekolah,karena perannya sebagai denyut nadi proses belajar mengajar di sekolah. Pepustakaan dipandang sebagai kunci bagi ilmu penetahuan dan inti setiap proses belajar mengajar. Perpustakaan sangat strategis kaitannya dengan kualitas layanan pendidikan di sekolah, oleh karena itu ia harus dapat memberikan layanan sebaik mungkin kepada peserta didik, agar peserta didik dapat memanfaatkan semaksimal mungkin terhadap perpustakaan.
Perputakaan merupakan sumber belajar yang menyenangkan apabila buku yang tersedia cukup lengkap disertai penataan ruang dan kelengkapan yang memadai. Di perpustakaan siswa dapat memperoleh tanbahan ilmu pengetahuan yang akan menunjang materi yang diperoleh melaluai bangku sekolah.
1.    Pengertian Perpustakaan
MenurutImron (1995 :184), “perpustakaan adalah suatu tempat yang berupa ruangan atau gedung yang berisi buku-buku atau bahan-bahan lain untuk pembacaan, studi atau referensi”. American Library Assosiationdalam Imron (1995:184) memberikan batasan “ perpustakaan sebagai suatu koleksi buku atau bahan pustaka lainnya yang diorganisasikan dan diadministrasikan untuk keperluan membaca, konsuktasi atau studi”
Supriyadi dalam Imron(1995:186) mendefinisikan “perpustakaan sekolah sebagai perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah guna menunjang program belajar mengajar di lembaga pendidikan formal seperti sekolah, baik sekolah tingkat dasar maupun menengah, baik sekolah umum atau kejuruan”. Menurut Romine dalam Imron(1995:187) berpendapat bahwa “perpustakaan sekolah adalah suatu unit pelayanan di dalam sekolah yang kehadirannya hanya dapat dibenarkan sejauh ia mampu membantu  pencapaian pengembangan tujuan- tujuan dari sekolah tersebut”.

Menurut Nurhadi (2004:34) perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan, dan memelihara koleksi bahan pustaka yang dikelola dan diatur secara sistematis dengan cara tertentu dan digunakan secara kontinyu sebagai sumber informasi”.
Dari beberapa definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa perpustakaan adalah suatu tempat yang menyimpan koleksi bahan pustaka yang disusun dan dikelola dengan menggunakan sistem tertentu agar dapat dipergunakan untuk mereka yang membutuhkan dan mempunyai sifat non profit. Selain itu perpustakaan sekolah juga mengandung pengertian salah satu unit sekolah yang memberikan layan kepada peserta didik di sekolahsebgai sentra utama, dengan maksud membantu dan menunjang proses belajar mengajar di sekolah, melayani informasi yang dibutuhkan melalui koleksi bahan pustaka

Keberadaan perpustakaan sekolah adalah dalam rangka ikut mendukung tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Menurut Imron (1995:187) “tujuan perpustakaan sekolah adalah untuk mempertinggi daya serap peserta didik terhadap materi-materi pelajaran yang diajarkan di sekolah”. Daya serap terhadap materi pelajaran bisa meningkat apabila didukung oleh koleksi bahan pustaka yang jumlahnya banyak dan kualitasnya baik. Pengadaan buku-buku, majalah, surat kabar, artikel, diperputakaan dilakukan melaui pemilihan yang baik yang dapat memenuhi kebutuhan dan minat siswa. Kegiatan dapat dilakukan pada saat-saat luang sehingga waktu luang dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.

Dalam proses belajar di perpustakaan inipun perlu mendapat bimbingan guru, misalnya pada masalah pemilihan buku, majalah, tata tertib, pemeliharaan dan pemakaian fasilitas. Di samping itu guru juga berperan meningkatkan minat dan perhatian siswa dalam menggunakan perpustakaan sebagai salah satu tempat dalam proses belajar mengajar. Menurut Soetopo (1989:153) ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk ruang perpustakaan yaitu, sebagai berikut:

a.         Buku-buku, baik jumlahnya maupun jenis  dan tingkat kesukaranya disesuaikan dengan kebutuhan siswa, guru, dan tenaga pendidikan lainnya
b.        Tempat penyimpanan buku, majalah, Koran dan lainnya diatur dan ditata sesuai dengan keadaan ruangan.
c.         Pengelola perpustakaan (pustakawan) bertugas mengatur, memberi nomor, merwat dan melayani peminjam dan pengembalian buku dengan baik.
d.        Perpustakaan perlu dilengkapi dengan ruang baca yang bersih, agar dapat tercipta suasana yang tenamg dan aman sehingga mudah memusatkan pikiran untuk belajar dan membaca.
e.         Perpustakaan perlu dilengkapi dengan catalog buku, majalah dan lain-lainnya sehingga mudah mengetahui buku, majalah dan lain-lain yang ada di perpustakaan.
f.         Perpustakaan perlu dilengkapi dengan loket peminjam dan pengembalian yang letaknya disesuaikan dengan kondisinya.
g.        Papan pengumuman khusus kegiatan belajar yang berhubungan dengan perpustakaan di letakkan di depan perpustakaan.
h.        Tampat sampah ditempatkan dekat ruang baca.
i.          Buku anggota atau kartu perpustakaan perlu dikelola sebaik-baiknya
j.          Buku daftar pengunjung perlu disiapkan.

2.    Jenis-Jenis Perpustakaan
Menurut Imron (1995: 186)perpustakaan dapat dibagi menjadi beberapa jenis menurut penggolongan berdasarkan sifatnya, letaknya, menetapnya dan juga penggolongan lainnya.
a.    Menurut Sifatnya
1)      Perpustakaan Umum, yaitu suatu perpustakaan yang bertujuan untuk memberikan layanan kepada masyarakat umum. Oleh karena ditujukan kepada masyarakat umum, maka koleksi bahan pustaka yang disediakan mempunyai relevansi dengan kebutuhan masyarakat pada umunya. Fungsi perpustakaan umum adalah sebagai tempat kegiatan belajar, pusat informasi, penelitian dan rekreasi bagi masyarakat umum.

2)      Perputakaan khusus atau dinas, yaitu perpustakaan yang khusus diperuntukan untuk karyawan di suatu perusahaan atau instansi. Oleh karena sifatnya yang khusus ini, maka koleksi bahan pustaka yang disediakan juga yang mempunyairelevansi dengan bidang atau kedinasan karyawan. Mereka yang dapat memanfaatkan terbatas karyawan dan mereka yang mendapat ijin dari perusahaan , lembaga, jawatan yang mendirikan. Tujuan didirikanya perpustakaan khusus ini adalah sebagai pusat dokumentasi, penelitian yang diarahkan untuk mempelancar pelaksanaan tugas jawatan, instansi atau lembaga yang bersangkutan

b.    Menurut Letaknya
1)      Perpustakaan Nasional, yaitu perpustakaan yang terletek di ibu kota negara. Perpustakaan ini mengabadikan seluruh penerbitan dari suatu negara sebagai sumber informasi. Fungsi perpustakaan nasional adalah sebagai pusat dokumentasi yang menyimpan seluruh bahan informasi mengenai suatu nagara.
2)      Perpustakaan Wilayah, yaitu perpustakaan yang menyimpan bahan koleksi pustaka mengenai suatu propinsi dan memuat semua terbitan wilayah. Fungsi perpustakaan wilayah adalah sebagai pusat penyelenggaraan pelayanan referensi, informasi dan penelitian di wilayah propinsi
c.    Menurut Menetapnya
1)      Perpustakaan menetap, yaitu suatu perpustakaan yang ketika memberikan layanan kepada konsumennya bertempat tinggal di suatu tempat, misalnya gedung perpustakaan.
2)      Perpustakaan Keliling, yaitu perpustakaan yang ketika memberikan layanan, dengan keliling ke daerah-daerah, desa- desa, dan sentra-sentra pemukiman dan kegiatan masyarakat. Dengan demikian masyarakat yang tidak terjangkau oleh perpustakaan menetap dapat dilayani oleh perpustakaan keliling.
Selain penggolongan diatas, masih ada perpustakaan jenis lain misalnya perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan desa dan perpustakaan masjid.

3.    Fungsi Perpustakaan
Menurut Imron (1995:188) terdapat beberapa fungsi perpustakaan yaitu sebagai berikut: sebagai pusat belajar mengajar, sebagai pusat penelitian dan telaah kepustakaan, sebagai pusat ilmu pengetahuan, sebagai pusat rekreasi, dan sebagai pusat apresiasi dan kreasi.
Sebagai pusat belajar mengajar sekolah artinya bahwa proses balajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik dapat dilakukan dengan kelengkapan koleksi bahan pustaka yang berasal dari perpustakaan sekolah. Fungsi ini juga mengandung arti, bahwa ketika guru berhalangan mengajar, peserta didik dapat ditugaskan mencari materi-materi yang telah digariskan oleh kurikulum melalui perpustakaan sekolah.

Sebagai pusat penelitian dan telaah kepustakaan, artinya bahwa peserta didik dapat mengadakan penelitian literature diperpustakaan dan mengadakan telaah pustaka. Konsep-konsep dan teori-teori yang pernah diterima peserta didik, termasuk yag berasal dari gurunya, dapat di cek apakah benar, sesuai atau berbeda dari yang ia temukan. Dengan mengadakan pengecekan demikian, psesrta didik dapat memahami sesuatu dari perspektif yang jauh lebih luas lagi.

Sebagai pusat ilmu pengetahuan, artinya bahwa dalam koleksi bahan pustaka yang tersimpan di perpustakaan, tersimpan juga ilmu pengetahuan. Dengan fungsi demikian, maka pserta didik akan sadar sepenuhnya bahwa pengetahuan yang didapatkan dari guru mereka adalah sedikit dari banyaknya ilmu pengetahuan sebenarnya ada diperpustakaan. Oleh karena itu, peserta didik tidak hanya menjadikan gurunya sebagai satu-satunya sumber, melainkan berdasarkan apa yang dia dapatkan dari guru itulah, peserta didik akan mengejar terus keperpustakaan yang tersedia.

Fungsi Pusat Rekreasi, artinya bahwa pserta didik dapat memanfaatkan kleksi bahan pustaka yang mempunyai muatan rekreatif  sebagai saran rekreasi. Bacaan-bacaan fiksi dan ringan atau yang disajikan dengan nada humor dapat menghibur peserta didik di sela-sela kegiatan proses belajar mengajar yang mungkin diantaranyaada yang menegangkan.

Fungsi Pusat Apresiasi, artinya bahwa dengan mengkaji karya-karya yang menjadi koleksi pustaka perpustakaan, peserta didik akan dapat menghargai karya  orang lain. Ia, yang mungkin tidak sejaman dengan pengarangnya, dapat menyelam jauh ke belakang mengapresiasikan ide-ide yang ditampilkan dalam koleksi bahan pustaka tersebut. Penghargaan atas karya orang lain demikian dan kekaguman atas kehebatan pengarang, sangat besar artinya bagi peserta didik dalam menyerap gagasannya. Tidak hanya itu, dalam dirinya juga akan terdapat rasa dorongan untuk mencontohnya dengan cara mengikuti jejak pengarang dan penulis yang mempunyai banyak karya.


Top