Kamis, 15 Desember 2011

Hubungan Kualitas Layanan dengan Loyalitas Anggota


Menurut Aaker (1997:74), usaha-usaha perusahaan dalam menguatkan dan memelihara pelanggan dapat dilakukan dengan banyak cara salah satunya dengan memberikan layanan ekstra, pemberian layanan yang baik dan berkualitas relatif lebih mudah untuk mengubah perilaku pelanggan dari toleransi menjadi antusias hanya dengan memberikan sedikit pelayanan ekstra yang tidak terduga.

Pada dasarnya loyalitas akan timbul apabila seorang pelanggan (anggota koperasi) mendapatkan rasa nyaman dan puas terhadap produk dan layanan yang diberikan oleh suatu perusahaan, demikian juga koperasi. Hal ini sesuai dengan pendapat kotler dalam Lupiyoadi (2001:159) yaitu pada dasarnya kepuasan dan ketidakpuasan seorang pelanggan atas suatu produk akan berpengaruh pada pola perilaku selanjutnya, yang ditunjukkan setelah proses pembelian (post purchase action). Pelanggan yang merasa puas akan menunjukkan kemungkinan untuk setia untuk membeli produk yang sama, dan akan cenderung memberikan referensi yang baik terhadap produk itu kepada orang lain. Sebaliknya pelanggan yang tidak puas akan cenderung beralih pada produk/jasa perusahaan lain untuk mendapatkan kepuasan yang diinginkan, dengan kata lain tidak setia atau loyal.

Kualitas layanan yang baik akan menciptakan rasa puas pada pelanggan, dan rasa puas ini akan memberikan suatu dorongan pelanggan untuk setia (loyal) dan menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan. Dalam jangka panjang  hubungan baik ini dapat dimanfaatkan oleh suatu perusahaan untuk dapat mengerti dan memahami kebutuhan dan harapan pelanggan akan suatu produk atau jasa. Dengan demikian perusahaan akam mampu menyajikan suatu pelayanan yang berkualitas dan mampu memuaskan para pelanggannya, sehingga suatu perusahaan akan memperoleh pelanggan yang setia.


Top