Minggu, 21 Agustus 2016

Bahaya Menabung di Bank



Bahaya menabung di bank Sedikit share dari berbagai pengalaman yang ada... kenapa ane salahkan para orang tua yang telah mendidik kita untuk menabung

Ini ceritanya


Masa kecil adalah masa kebebasan. Biarkan anak-anak menikmati masa kecilnya. Tidak ada sedikitpun kewajiban dari mereka untuk menabung apalagi berpenghasilan. Tidak ada kewajiban dari mereka ketika naik kelas harus beli buku, pakaian, tas, dll dari jerih payah mereka sendiri. Tidak ada kewajiban dari anak untuk membeli baju lebaran dari bajunya sendiri. Kenapa harus kita bebankan mereka untuk menabung?

Ini alasan ane gan... (Sumber: kata dr. Yandra Doni)

1. Ketika anak kecil didik menabung, maka dia akan belajar irit, Jajan 5000 ditabung 3000. Lumayan buat jajan cukup 2000 saja.
2. Ketika sudah belajar irit dia ingin tabungannya terus bertambah karena banyak yang ingin dibeli, Jajan 5000 di tabung semua. Akhirnya apa? Pelit! dan maunya minta teman, nebeng, cari-cari celah menguntungkan dari orang lain.
3. Jika sudah "Pelit" maka dia akhirnya belajar berpenghasilan mulai bekerja sejak sekolah. Menimbun harta sebanyak-banyaknya.
4. Jika sudah suka menimbun harta sebanyak-banyaknya, makin tamaklah dia... akhirnya apa? Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
5. INILAH CIKAL BAKAL LAHIRNYA KORUPTOR... MEREKA-MEREKA INILAH YANG LAHIR AKIBAT DARI DIDIKAN ORANG TUA UNTUK MENABUNG.

So... anak tidak sedikitpun punya kewajiban menabung, yang punya kewajiban menabung adalah orang tua... karena dia punya perencanaan jangka panjang untuk kehidupan orang-orang di sekitarnya. Biarkan anak dengan dunianya, tumbuh dengan prestasinya.

Apakah Lionel Messi kaya raya dari hasil menabung? Bill Gates dari menabung juga? Ronaldo, Michael Jordan, Jacky Chan atau orang-orang kaya lainnya di dunia dari hasil menabung? Bukan! mereka kaya raya dari hasil berprestasi... Beda dengan orang kaya di negeri ini.. karena rajin menabung dari hasil korupsinya... Agan pasti punya temen seperti ini.... Peeelitnya minta ampun... 




Antara suka menabung dan korupsi menurut saya memang tidak ada korelasinya, akan tetapi orang yang suka menabung memang ada kalanya membuat orang untuk cenderung pelit. Pelit juga menurut saya tidak akan merugikan orang lain jika pelitnya tidak dengan mengorbankan orang lain, seprti suka meminta, nebeng atau yang lain.

Ada banyak sisi positif dengan orang suka menabung, asal manajemen menabung sudah benar porsinya, orang yang berpenghasilan tetap ingin mempunyai sesuatu yang nilainya besar dibutuhkan menabung.

Menabung merupakan salah satu usaha, usaha dan doa merupakan bagian dari hidup untuk bisa hidup lebih baik, dan Tuhan yang menentukan nantinya



Kalau menabung tidak dimulai dari kecil, setelah gede ya tidak punya kebiasaan menabung.

Oke kita lihat orang kaya ya:

Warren Buffet

Di umur 20 tahun, pada tahun 1950 sudah punya tabungan $9,800 (kalau nilai sekarang sekitar $98,000 alias 100 jutaan rupiah.)

Ente umur 20 tahun punya tabungan 100 juta?? Kalau gak berarti ente gak punya bakat kaya.

Steve Jobs

Steve Job kuliah di kampus yang sangat mahal. Orangtuanya harus menabung keras supaya bisa kuliah di kampus tersebut.

Bapak loe nabung gak? Kalau nabung mungkin loe bisa kuliah di luar negeri sekarang.

Orang-orang di atas sejak kecil sudah menabung, apakah mereka jadi koruptor?

Orang kaya memang tidak fokus untuk menabung, tetapi mereka fokus untuk berpenghasilan besar; bukan berarti mereka tidak menabung ya.

Memang kamu tidak akan kaya kalau menabung, tetapi kamu akan bangkrut kalau tidak menabung. JADI DUKUNG ANAK UNTUK BERPRESTASI... JANGAN DIDIK ANAK JADI KIKIR... JADI PELIT... EH JADI KORUPTOR...


Top