Jumat, 11 Juni 2010

Ekonomi Pembangunan

KONSEP DASAR EKONOMI PEMBANGUNAN
· Permasalahan Ekonomi Pembangunan kurang mendapatkan perhatian secara khusus pada masa Perang Dunia kedua (PD II). Hal ini disebabkan karena focus utama negara-negara sedang berkembang (NSB) yang sebagian besar masih merupakan daerah jajahan adalah upaya untuk segera menjadi bangsa yang merdeka.
· Setelah berakhirnya PD II, perhatian dunia terhadap pembangunan ekonomi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pencapaian kemerdekaan menjadikan NSB berkeinginan keras untuk segera membangun perekonomiannya guna mengejar ketertinggalan mereka dalam bidang ekonomi jika dibandingkan dengan negara-negara maju.
· Makna pembangunan ekonomi terus mengalami evolusi, dari semula hanya kenaikan pendapatan perkapita saja, maka sekarang pembangunan ekonomi dipandang sebagai proses multidimensional, melibatkan tidak hanya variable makro ekonomi saja sebagai indicator utama, melainkan variabel non ekonomi juga, misalnya social, kelembagaan, pendidikan, aspirasi politik, dan sebagainya.
· Sebagai konsekuensi dari evolusi makna pembangunan, maka tujuan pembangunanpun mengalami pergeseran makna. Tidak saja mengejar tingginya pertumbuhan ekonomi melalui pencapaian kenaikan pendapatan, tetapi juga terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan, baik kebutuhan material maupun non material, seperti kebebasan, kesetaraan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.


KARAKTERISTIK UMUM NEGARA SEDANG BERKEMBANG
· Pada umumnya, pengklasifikasian negara berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakatnya terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni negara-negara maju (developed countries) dan negara-negara sedang berkembang (developing countries atau less developed countries-LCD).
· Karakteristik umum negara sedang berkembang, antara lain adalah: produktivitas tenaga kerja yang rendah, ketergantungan terhadap produksi pertanian, tingginya proporsi ekspor barang-barang primer, terjadinya dualisme dalam perekonomian, rendahnya tingkat tabungan.
· Lingkaran Setan Kemiskinan (The Vicious Cycle) menyatakan bahwa keterbatasan sumber daya dihadapi oleh negara sedang berkembang akan menyebabkan terjadinya hambatan pembangunan, pada kedua sisi permintaan (demand) dan penawaran (supply).
· Konsep dualisme menyatakan bahwa terjadi dua keadaan yang berbeda dimana satu keadaan bersifat “superior” sementara keadaan lainnya bersifat “inferior” yang bias hidup berdampingan pada ruang dan waktu yang sama.
· Indogenous Force yakni kekuatan dari dalam, merupakan kekuatan yang ada di NSB untuk berkembang memperbaiki nasib dan prakarsa untuk mengadakan kemajuan materiil.
· Walaupun kekuatan yang berasal dari luar masyarakat juga dapat mendorong dan memberikan fasilitas-fasilitas pada kehendak untuk berkembang, akan tetapi kekuatan dari luar hanyalah sebagai pelengkap, kunci utama adalah kekuatan dari dalam. Oleh karena itu, ketergantungan terhadap faktor dari luar, misalnya bantuan asing, cepat atau lambat harus segera direduksi karena dalam jangka panjang justru akan melumpuhkan semua prakarsa pembangunan.


INDIKATOR PEMBANGUNAN EKONOMI
· Pendapatan nasional merupakan indikator untuk mengetahui taraf hidup masyarakat dalam suatu negara, yang sekaligus juga mengukur kinerja perekonomian suau negara. Dari data pendapatan nasional inilah kita dapat mengetahui apakah kinerja perekonomian suatu negara mengalami kenaikan, penurunan, ataukah relatif stabil.
· Terdapat tiga metode (cara) dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu pendekatan pengeluaran (expenditure approach), pendekatan produksi (production approach), dan pendekatan pendapatan (income approach).
· GNP nominal adalah produksi nasional yang dihitung berdasarkan harga pasar yang berlaku (GNP at current market price), dan belum disesuaikan dengan perubahan yang terjadi pada tingkat harga atau tingkat inflasi. Sedangkan produk nasional bruto riil (real GNP) adalah produk nasional yang dihitung berdasarkan harga konstan atau harga turun dasar (GNP at contant or at base year prices).
· Terdapat beberapa kelemahan yang muncul akibat pengunaan perhitungan GNP sebagai ukuran kesejahteraan ekonomi, diantaranya adalah perhitungan GNP hanya memasukkan aktivitas ekonomi (transaksi) yang diperjualbelikan di pasar, padahal banyak sekali aktivitas ekonomi yang hasil produksinya tidak diperjualbelikan atau tidak melalui pasar (nonmarket transactions).
· Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk menciptakan ukuran produksi nasional yang lebih memadai adalah pendekatan Kesejahteraan Ekonomi Netto (Net Economic Welfare), disingkat NEW, dari Paul Samuelson dan William Nordhuas, yang merupakan perubahan atau revisi dari konsep Ukuran Kesejahteraan Ekonomi (Measure of Economic Welfare) yang dikemukakan oleh William Nordhaus dan James Tobin sebelumnya.
· Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) atau yang biasa disingkat HDI adalah satuan yang dikembangkan oleh salah satu badan internasional PBB, yaitu UNDP (United Nations Development Program) guna mengukur kesuksesan pembangunan suatu negara.
· HDI merupakan sebuah indeks yang mencoba mengukur tingkat kemajuan pembangunan sosial dan ekonomi nasional di suatu negara yang antara lain berdasarkan pada tolak ukur usia arapan hidup, tingkat pencapaian pendapatan, dan tingkat pendapatan per kapita riil yang telah diperhitungkan terhadap daya beli mata uang lokal.
· Kemampuan Daya Beli (Purchasing Power Parity) adalah suatu ukuran yang menunjukkan seberapa banyak barang dan jasa yang dibeli dengan sejumlah pendapatan perkapita tertentu yang tercatat dari beberapa negara yang juga dipengaruhi oleh harga-harga relative dari produk-produk sejenis di masing-masing negara.


TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
· Mazhab Historismus membahas pertumbuhan ekonomi dari sisi empirisme sejarah, namun teori-teori mereka perlu diuji kembali kebenarannya. Diantara teori mazhab Historimus yang perlu diperhatikan adalah Karl Bucher dan W.W. Rostow.
· Mazhab Klasik membahas pertumbuhan ekonomi dari asumsi teori ekonomi klasik bahwa pasar adalah sempurna dan pengangguran tidak ada. Pemikiran mazhab klasik yang perlu diperhatikan adalah pemikiran Adam Smith dan Ricardo.
· Mazhab Keynesian yang perlu mendapat perhatian adalah teori Harrod Domar.
· Pemikiran mazhab neo klasik yang perlu mendapat perhatian adalah teori pertumbuhan dari Cobb-Dauglas.
· Disamping berbagai teori mazhab-mazhab tersebut, juga ada teori lain yaitu teori perubahan structural dari Arthur Lewis dan Cheney. Lewis mennitikberatkan antara proses pembangunan dan migrasi, sedang Cheney membuktikan bahwa senantiasa terdapat perubahan pola struktur perekonomian di banyak negara.
· Teori-teori baru tentang pertumbuhan ekonomi yang patut dicatat antara lain teori geografi ekonomi baru, yang membahas pentingnya lokasi di dlam perkembangann ekonomi suatu wilayah, anatar lain teori Weber, Chrissler.
· Teori perdagangan baru bisa mengacu pada teori Krugman dan Venables yang menyatakan bahwa pasar yang lebih besar ternyata lebih kuat apabila biaya perdagangan tidak terlalu tinggi.


STRATEGI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN
· Strategi pembangunan seimbang adalah strategi dorongan besar-besaran (big push theory), dimana dibutuhkan perhatian yang serasi dengan semua sector dalam pembangunan ekonomi. Ini membutuhkan perencanaan yang sangat matang dan dana pembangunan yang besar.
· Strategi pembangunan yang tidak seimbang adalah strategi pembangunan dengan cara memilih sector prioritas. Industri satelit haruslah didahulukan karena memberikan dorongan yang besar terhadap industry yang lain.
· Strategi upaya minimum kritis merupakan strategi yang mengharuskan dorongan pendapatan per kapita di atas minimum tertentu agar perekonomian berjalan mandiri, yaitu melewati faktor-faktor yang bisa menghambat pembangunan. Rangsangan harus lebih besar daripada hambatan.
· Dalam teori pertumbuhan baru, mengacu pada model Romer, dimana peran teknologi dalam industrialisasi dimana diasumsikan setiap industri mempunyai constan return to scale.
· Sedangkan dalam model cincin O dari Kremer, menjelaskan mengapa negara-negara yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan mempunyai pendapatan yang luar biasa rendah disbanding dengan negara maju. Model ini menjelaskan mengapa negara-negara yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan mempunyai pendapatan yang luar biasa rendah disbanding dengan negara maju. Model ini menjelaskan bahwa menjelaskan bahwa spesialisasi, ketrampilan kerja dan teknologi berperan dalam meningkatkan pendapatan perkapita. Model ini menjelaskan mengapa negara-negara dengan kehlian tenaga kerja yang tinggi mempunyai pendapatan perkapita tinggi.


PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI
· Perencanaan pembangunan merupakan proses memilih tujuan yang secara sadar dilakukan untuk mencari tujuan konkrit dalam jangka waktu tertentu dangan dasar nilai yang dimiliki masyarakat dalam suatu negara. Perencanaan pembangunan menyangkut pilihan yang efisien dan rasional untuk mencapai tujuan. Dalam perencanaan yang baik, strategi alternative harus dipersiapkan agar bisa dilakukan langkah jika misalnya terjadi jalan buntu atau suatu kondisi yang menyebabkan krisis ekonomi berjalan.
· Dalam perekonomian sosialis, perencanaan dilakukan dengan sangat detail dan hati-hati. Setiap proyek pembangunan direncanakan secara terperinci, karena mempunyai pengaruh kedepan maupun kebelakang.
· Jika dalam perekonomian sosialis perencnaan ekonomi lebih difokuskan pada kepentingan pengendalian, maka dalam perekonomian kapitalis perencanaan ekonomi lebih difokuskan pada kepentingan perangsangan. Instrumen yang seringkali dilakukan dalam perekonomian kapitalis adalah kebijakan moneter dan fiskal.
· Dalam perekonomian campuran, peranan pemerintah dalam perencanaan kegiatan ekonomi masih sangat penting. Peranan negara yang menguasai perusahaan-perusahaan negara, dihadapkan menjadi leader dalam menjalankan program-program pemerintah.


MASALAH UMUM NEGARA SEDANG BERKEMBANG
· Negara-negara sedang berkembang masih mempunyai masalah dualisme ekonomi, satu bagian perekonomian pasar yang kuat, bagian lain perekonomian subsistem (tingkat rendah) yang masih hidup.
· Masalah rendahnya tabungan di negara sedang berkembang disebabkan oleh rendahnya tingkat output. Rendahnya tingkat output disebabkan oleh rendahnya rendahnya tingkat produktivitas pekerja. Rendahnya tingkat produktivitas pekerja disebabkan rendahnya sumberdaya manusia yang dimiliki negara sedang berkembang. Karena masih tergantung pada produk-produk primer, negara-negara sedang berkembang masih mempunyai kelemahan dalam perdagangan internasionalnya. Iklim yang tropis di negara sedang berkembang merupakan faktor lain yang juga menyebabkan kurang cepatnya pertumbuhan ekonomi.


SUMBER DANA PEMBANGUNAN
· Di semua negara berkembang, terdapat kesulitan dalam memperbesar dana pembangunan. Hal ini karena pendapatan masyarakat masih rendah yang menyebabkan tingkat tabungan yang rendah pula. Di satu sisi, negara berkembang memerlukan dana pembangunan yang besar untuk mendorong output. Maka langkah yang bisa ditempuh adalah: mengintensifkan tabungan sukarela masyarakat lewat lembaga perbankan atau non bank, meningkatkan pengerahan dana masyarakat lewat perpajakan, maminjam dana masyarakat lewat penerrbitan surat utang pemerintah atau jalan terakhir yaitu dengan pinjaman dari luar negeri. Namun demikian, pinjaman dari luar negeri perlu dijadwalkan secara baik karena bisa menimbulkan dampak tekanan pemgembalian hutang. Demikian pula anggaran deficit yang dibiayai dari percetakan uang bary, akan menimbulkan dampak inflasi.

KEMISKINAN DAN DISTRIBUSAI PENDAPATAN
· Kemiskinan ada 2 macam, yaitu kemiskinan absolute dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut adalah ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasarminimum yang meliputi makanan, pakaian, dan perumahan. Sedangkan kemiskinan relatif adalah angka kemiskinan dengan membandingkan tingkat pendapatan rata-rata masyarakat dalam suatu negara.
· Distribusi pendapatan bisa diukur dengan kurva Lorenz, angka tingkat kemerataan/ketidakmerataan bisa dicari dengan Indeks Gini. Untuk negara maju, kondisi kemerataan pendapatannya relatif merata dibanding dengan negara berkembang. Di negara sedang berkembang, ketidakmerataan pembangunannya relatif tinggi.


MASALAH KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN
· Irawan mengidentifikasikan empat aspek masalah kependudukan yang perlu diperhatikan di NSB, yaitu
1. Adanya tingkat perkembangan penduduk yang relatif tinggi
2. Adanya struktur umur yang tidak favorable
3. Tidak adanya distribusi penduduk yang seimbang dan merata
4. Tidak adanya tenaga kerja yang terdidik dan terlatih
· Terdapat tiga cirri pokok yang menandai perkembangan dan permasalahan kependudukan di Indonesia
1. Laju pertumbuhan penduduk yang masih perlu diturunkan
2. Penyebaran penduduk antar daerah yang kurang seimbang, serta
3. Kualitas kehidupan penduduk yang perlu ditingkatkan
· Teori Perangkap Penduduk dari Robert Malthus menjelaskan bahwasannya terdapat kecenderungan umum penduduk suatu negara untuk tumbuh menurut deret ukur yaitu menjadi dua kali lipat setiap 30—40 tahun. Sementara itu pada waktu yang bersamaan, karena hasil yang menurun dari faktor produksi tanah, persediaan bahan makanan hanya tumbuh menurut deret hitung.
· Strategi komprehensif yang hendaknya dilakukan Pemerintah di NSB setidaknya mencakup enam elemen utama, yaitu:
1. Penciptaan keseimbangan ekonomi yang memadai antara desa dengan kota
2. Perluasan industri-industri kecil padat karya
3. Penghapusan distorsi harga faktor-faktor produksi
4. Pemilihan teknologi produksi padat karya yang tepat
5. Pengubahan paradigma dan sistem yang menjelaskan keterkaitan langsung antara pendidikan dan kesempatan kerja
6. Pengurangan laju pertumbuhan penduduk melalui upaya pengentasan kemiskinan absolute dan distribusi pendapatan


PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
· Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya menelola sumberdaya-sumberdaya yang ada di daerah tersebut sesuai dengan kondisi alam, geografis, sosial, budaya setempat sehingga melahirkan suatu strategi pembangunan yang berbasis pada potensi ekonomi setempat.
· Masalah pokok dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadapp kebijakan-kebijakan pembagunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan (endogenous development) dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia, kelembagaan, dan sumberdaya fisik secara local (daerah).
· Rencana pembangunan atau rencana ekonomi disusun para perencana menurut suatu model statistik atau model matematik tertentu yang dianggap paling mewakili kondisi structural yang ada dalam suatu perekonomian selama kurun waktu perencanaan yang telah ditentukan.
· Suatu model ekonomi dapat didefinisikan sebagai seperangkat hubungan terorganisasi yang memungkinkan berfungsinya suatu kesatuan ekonomi, apakah itu merupakan rumah tangga atau perusahaan individual, perekonomian nasional, atau bahkan perekonomian dunia sekalipun, dengan memakai seperangkat asumsi-asumsi yang telah disederhanakan.


Top